44.

1380 Words

"Argh!"teriakan itu menggelegar diiringi dengan suara bantingan benda yang menghantam lantai dengan keras, menciptakan serpihan-serpihan tajam yang tersebar. "b*****t! Argh!" suara itu semakin frustasi dengan jemari meraih surainya sendiri dan mencengkramnya erat, "Bagaimana mungkin bocah tengik itu bisa kabur dari sekolahnya dan menerobos ruang sidang dan membuat semuanya menjadi kacau! Harusnya dia tidak ada disana! Dave melakukan penjagaan lebih ketat pada bocah tengik itu!" "Sudahlah, Bella." Christopher yang sedari tadi duduk santai mengamati aksi mengamuk Bella sembari menyesap Wine-nya itu akhirnya bersuara, "Setidaknya salah satu dari kedua anakmu bisa kau dapatkan." "Yang kumau hanya Askara bukan anak sialan itu! Hanya Askara!" teriak Bella sengit ditengah nafasnya yang memburu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD