Kisah Sedih Brian

1055 Words
Sore ini keluarga Reres disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Brian belum juga datang karna mengabarkan ada kesibukan tersendiri. "Mamo, ayo temenin aku gambar, Mi," ucap Nay menghampiri Reres yang sedang mengedit Video yang sudah diambil Brian beberapa hari yang lalu. "Nay sayang. Maaf ya hari ini Mama lagi sibuk belum bisa gambar bareng, Nay," ucap Reres tanpa melihat ke arah Nay. Dia masih sibuk dengan editan videonya yang akan dia update ke media sosial sesuai dengan deadline. "Tapi, Mami sibuk terus," ucap Nay kesal. Reres yang tadinya ingin marah menarik napasnya Dan menengok ke arah Nay. Reres memang belakangan sibuk Karena semua mendekati deadline. Dan biasanya memang menyiapkan wkatu khusus untuk putri semata wayangnya itu. Hanya saja, saat ini belum waktunya.. "Nay, ini semua juga Mami lakuin 'kan buat, Nay." "Tapi 'kan yayah udah kerja, Mi," ucap Nay lagi. "Sayang ngertiin Mami ya. Sekarang ada yayah sini, yayah temenin gambar," ucap Saga yang tiba-tiba datang. Nay Dan Reres menengok ke arah Saga yang datang. Kalau sudah Saga yang berbicara mau tidak Mau Nay pun menurutinya. Anak itu berlari mendekat pada sang ayah. "Ayo, Yah " "Nay minta maaf dulu sama, Mami tuh. Nay, udah buat mami sebel," ucap Saga kepada anaknya yang hendak langsung pergi. Nay pun mengangguk, "Maafin, Nay Mami," ucap Nay sambil menunduk lalu memberikan flying kiss pada sang mami. Reres bergerak seolah mengambil ciuman yang dilayangkan oleh buah hatinya itu. "Enggak apa-apa sayang. Mami yang minta maaf kurang ada waktu buat Nay. Kalau ini udah selesai, mami janji nanti mami lihat gambar Nay yang terbaik, oke nak?" ucap Reres menyemangati anaknya sambil mengelus kepala sang anak. Nay mendongak Dan melihat ke arah Reres lantas mengangguk. Dia langsung pergi dari hadapan Reres Dan Saga. Setelah kepergian Nay. Saga berbicara sebentar kepada Reres menanyakan di mana Brian kenapa istrinya itu melakukannya sendiri. "Ke mana, Brian, Love? Kenapa kamu ngerjain ini sendiri?" tanya Saga. "Brian masih ada kerjaan lain tapi paling sebentar lagi dia dateng kok. Ini aku edit-edit yang aku bisa aja. Nanti dilanjut sama Brian," ucap Reres. "Oh gitu. Yaudah semangat ya Love," ucap Saga mendekat ke arah Reres lalu mengecup singkat kepala istrinya. "Makasih, Bee." Saga berlalu duduk di sofa tidak jauh dari tempat Reres mengedit Video. Saga mendampingi sang anak yang sibuk menggambar, Reres melanjutkan membuat videonya. Dan sesekali Saga sambil bercerita kepada anaknya Nay tentang coretan di buku gambar anaknya. Reres sejak Nay kecil sudah dibiasakan sering coret-coret di buku. Jadi, bikin Nay sampe sekarang suka sekali coret-coret di buku. Gambar apapun yang pernah diajarin oleh Reres atau imajinasi anaknya. Apapun yang Nay gambar pasti selalu di apresiasi oleh Reres agar anaknya itu tumbuh menjadi anak yang kreatif. Sehingga sampai sekarang, Nay sangat suka sekali nulis-nulis ataupun menggambar. Dan bahkan Nay itu tak pernah lepas Dari yang namanya pensil ataupun buku. Dan setiap jalan-jalan keluarga Nay pasti selalu minta untuk dibelikan buku ataupun pensil. Dan Reres pun sering menuruti keinginan putrinya itu. Beberapa saat kemudian Brian baru datang. Saga menyambut temannya yang baru datang. "Selamat soreee semua. Wah lagi pada kumpul nih." Brian menyapa riang. "Udah dateng, Yan," ucap Saga menengok ke belakang. "Iya nih, Res maaf ya gue telat. Tadi, ada kerjaan mendadak yang harus gue cepet selesein. Untung kerja gue cepet jadi bisa langsung ke sini," ucap Brian merasa bersalah kepada Reres karna dia datang terlambat. "Iya enggak apa-apa, ini gue udah cicil kok yang gampang-gampang editnya." Brian mengangguk lantas dia melihat ke arah Saga, "Tumben, Ga jam segini udah pulang. Biasanya kalau belum tengah malem enggak pulang." "Mulut lo! Mana pernah gue pulang tengah malem. Mentok aja jam 8 itupun cuma kalau lagi ada urusan penting," ucap Saga tidak terima. Brian lantas tertawa. "Halo, Nay cantik. Lagi gambar apa?" tanya Brian menoel pipi Nay. Tapi, Nay tidak menjawab Dan menangkis tangan Brian. Brian hanya tertawa sudah biasa dia diabaikan oleh Nay. Brian pun lantas mengeluarkan laptop miliknya untuk membantu Reres. "Udah Lo kirim ke Drive kita kan?" tanya Brian yang dijawab anggukan kepala oleh rerws. Udah sampe mana ngeditnya lagian ngedit apa?" tanya Brian lagi, mendekat ke arah Reres. "Ada beberapa yang harus gue hapus kemarin karna enggak pas," ucap Reres. Brian pun mengangguk. Reres membiarkan Brian untuk mengedit lebih jauh. Reres tetap berada bersama Brian sambil dia melihat kalau ada yang tidak pas menurutnya. Melihat kedekatan Brian dengan Reres entah kenapa ada rasa tidak suka. Tapi, kemudian dia menampikkan hal tersebut bahwa mereka memang patner kerja. Saga pun mengalihkan pertanyaan saja kepada Brian. "Yan, gimana sama cewe lo yang kemarin?" tanya Saga. "Udahlah, ngapain si bahas tu cewe. Capek gue udah kasih segalanya ini itu, tapi malah selingkuh," ucap Brian tanpa menoleh ke arah Saga. Dia malas membahas gadis yang benar-benar tidak tahu diri itu. "Ya lagian lo juga salah, sih. Kalau masih pacaran jangan dikasih semuanya lah. Pastiin dulu kalau dia engga aneh-aneh," ucap Reres menasihatinya. Brian ini sudah dianggap sebagai adiknya jadi ada rasa tidak terima kalau Brian dipermainkan oleh perempuan lain untuk diperas hartanya. "Ya gimana, Res. Gus udah sayang sih sama dia. Dan menurut penglihatan gue dia juga cewe baik. Tahunya malah main belakang. Setelah apapun dia minta aku turutin. Sakit tahu," ucap Brian lalu menepuk dadanya dengan mimik wajah yang dibuat-buat. Saga hanya tertawa sedangkan Reres tersenyum sekaligus juga kasihan. "Yaudah cepet move on kalau gitu. Cari aja cewek lain, kwn banyak. Cewe kayak gitu jangan sampai buat Lo gagal move on," ucap Saga lagi. "Namanya udah cinta. Ini juga proses move on, Pak," ucap Brian lagi. "Semangat. Biasanya setelah tersakiti bakal ada orang serius buat kamu, Yan. Tapi, jangan malah kamu mainin nanti," ucap Reres mengingatkan takut kalau Brian balas dendam ke wanita lain. "Ya enggak lah emang gue sejahat itu," jawab Brian sambil kembali fokus dengan kegiatannya. "Tapi enggak ada niat buat ngejar lagi kalau cinta, Yan?" tanya Saga memancingnya. "Gaklah ngapain. Udah enggak ada kesempatan biarin aja dia bahagia dengan selingkuhannya," jawab Brian lagi. Mereka hanya tertawa mendengar penuturan Brian. Jadi beberapa bulan yang lalu Brian itu memiliki kekasih namanya Nadia. Gadis itu adalah SPG di salah satu minimarket depan kosnya Brian. Dan ternyata Nadia hanya memanfaatkan Brian untuk dapat uang dari Brian. Setelah Brian tahu, Nadia selingkuh langsung saja ia memutuskan hubungan. Saga dan Reres heran kenapa sahabatnya itu jarang jalan sama Nadia akhirnya mereka bertanya Dan ternyata mereka sudah berakhir karna Nadia selingkuh. Sungguh, miris kisah mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD