Agasta hanya mampu menunggu di dalam mobil. Dia akui seperti pengecut yang tak berani menghadapi Rangga. Tapi itu semua karena dia tak ingin hubungannya dan Ranum memburuk. Ranum menemui Irfan yang membawakan makanan, dia tersenyum karena tahu pasti Agasta yang menyuruhnya. "Ini buat gue?" Ranum memastikan. "Menurut lo?" Ranum tertawa singkat, tampak Irfan tak ikhlas melakukan yang Agasta minta. "Agasta dimana?" ucap Ranum pelan. Irfan langsung menunjuk kearah mobil pria itu terparkir. Dengan cepat Ranum melihat kearah mobil Agasta, ingin sekali ia melompat girang. Namun dia tak ingin Rangga tiba-tiba menemui Agasta sebab saudaranya itu bisa saja mencari tahu tentang kekasihnya. "Senang lo ya diperhatiin Agas, hati-hati lo jatuh ntar susah bangun." Ranum memiringkan bibirnya. "E

