Bab 62

1731 Words

Agasta masih setia menunggu Ranum sadar wanita itu juga sudah berpindah dari kamar rawat, padahal harusnya ini menjadi hari paling bahagia baginya dan Ranum. Tak pernah terbesit Ranum justru terbaring di rumah sakit hanya demi melindungi dirinya. Agasta tak tinggal diam, dia sudah meminta Rangga untuk melaporkan ke polisi.  Ketika sadar Ranum melihat cahaya lampu, ia menoleh ke kiri sudah terdapat suaminya Agasta tertidur sambil menggenggam tangannya. Lalu ia tersenyum sambil mengusap rambut Agasta. "Agasta." Lirihnya. Agasta tersadar mendengar suara Ranum, ia mendongakkan kepalanya. Laki-laki itu langsung sumringah melihat Ranum sudah membukakan matanya. "Kamu udah sadar?" Ranum mengangguk. "Kamu butuh sesuatu?" wanita itu menggeleng.  Tiba-tiba Ranum justru terkekeh kecil. "Kamu kok m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD