Rangga terkejut melihat Ranum terluka digendongan Agasta, ia berlari menghampiri Agasta memasuki Ranum dalam mobilnya. "Ranum. Gas, adik gue kenapa?" khawatir Rangga. Dia tak pernah melihat Ranum selemah itu. " Nanti gue ceritakan. Sekarang kita bawa Ranum ke rumah sakit." Ujar Agasta. "Biar gue bawa mobil, lo temani Ranum dibelakang. Dia butuh lo." Agasta masuk mobil. Kemudian pria itu menyenderkan kepala Ranum di pundak. Dia terus menerus mengajak Ranum bicara tanpa. "Sayang.. Kamu harus bertahan, jangan tinggali aku." Agasta meneteskan air matanya tak bisa menahan luka pedih yang Ranum rasakan. "Kenapa kamu lakukan ini? Kenapa kamu biarkan aku aja terluka?" gusar Agasta. "Aku ci.. Cinta sama kamu, gas. Hiks." Napas Ranum sudah tercekat sesak, dia tak bisa lagi menahan rasa sakit

