Siang itu tanpa sepengetahuan Agasta, Ranum mengekori suaminya. Perasaan Ranum mengatakan ada yang masih Agasta sembunyikan darinya. Lumrah baginya melihat Agasta pintar berbohong. Ya.. Bukannya sudah dari dulu, ia sering melakukan hal tersebut. Agasta memasuki ruangannya, ia melihat sudah menunggunya dari pagi membuat laki-laki itu tak nyaman. "Sorry, tunggu lama." Lontar Agasta saat duduk di kursi kebesaran miliknya. "I know! Bagaimana malam pertama kalian setelah mempermalukan keluargaku?" ucap Nilam sinis. Agasta membuang mukanya kesal, ia berusaha tenang agar tak memancing keributan. "Aku benar-benar minta maaf soal itu. Tapi.. Bukannya aku sudah mengatakan dari awal, kalau tidak bisa kelanjutkan perjodohan kita." Nilam tampak menatapnya tak suka. "Gampang sekali, Agasta. Apa

