Afifah kini tengah mengikuti mobil Barra, sebelumnya dia sudah memesan taxi. Dan bersyukur taxi yang dipesannya sudah stay didepan, ketika Afifah sampai keparkiran. "Pak tolong jangan sampai kehilang jejak mobil didepan ya." Ujar Fifah pada supir taxinya. "Baik." Jujur saja, Fifah was was jika kecurigaannya benar. Apa dia sendiri sanggup melihat Barra bersama perempuan lain. Aika dan Dinda saja, mampu menghanguskan hatinya terbakar cemburu. Bagaimana jika kenyataan itu benar. Ah... Memikirkannya membuat Afifah gila. Seluruh nafas terasa berhenti, ketika jelas matanya melihat Barra menghentikan mobil tepat disebuah hotel. 'Ya Allah.. Apa yang ingin Barra lakukan disini. Apa dia tidak memikirkan anaknya didalam kandunganku.' Gerutu Afifah dalam hatinya. Segera Afifah turun dari mobil

