33. SEBULAN BERLALU

1173 Words

Pagi Hari yang menyelimutinya sejuknya udara, yang diiringi hujan. Perut Afifah juga sudah mulai membuncit. Belum ada yang berbeda diantara mereka. Tetap Sama, Afifah tetap membiarkan Barra tidur bersamanya. Dengan syarat jangan pernah menyentuhnya. Keduanya masih diposisi berpelukan mendapatkan kehangatan. Barra sama sekali tak menyadari, jika dia merengkuh memeluk Afifah. Begitu juga Afifah. Afifah perlahan mulai membuka matanya, ia terbelalak memandang tangan Barra melingkar dipinggangnya. "Aaaghhh!!" Barra terkejut ia membuka matanya. "Ada apa.. ada apa" "Kamu ngapain peluk Aku. Modus ya!" Afifah menjauh dari Barra. "Siapa yang modus. Kamu juga peluk." Balas Barra berani dengan tampaknya menantang. "Pasti kamu yang duluan kan." "Enggak mungkin Aku. Jangan-jangan kamu khilaf y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD