Afifah berada ditaxi online, setelah mendapat email dari perusahaan Barra, bahwa meeting dimajukan sebelum makan siang. Terpaksa dirinya harus memesan taxi, tidak mungkin juga Sigit atau Barra menjemputnya. Dan akhirnya perempuan itu sampai dikantor Barra. Kantor besar milik suaminya, tidak ada yang mengerahui jika Afifah adalah istri Barra. Ya.. kecuali Sigit, satu-satu orang kepercayaan Barra. Afifah juga bersyukur dengan hal itu, Karena Barra tidak memberitahu seluruh karyawannya, meski dia sendiri harus rela bawahan Barra melirik suaminya super tampan. Ya memang kenyataan yang menyebalkan membuat Afifah memdengus sebal. Apalagi saat ini ia melewati lorong menuju ruang meeting, yang sudah pasti banyak karyawan perempuan menggosip tentang Barra. Barra tampanlah, stay cool, Ceo impi

