Setelah pengusiran yang Barra lakukan padanya, Afifah yakin jika Barra sangat marah padanya. Dan yang pasti kemarahan Barra disebabkan Yudha. Afifah sendiri masih dalam perjalanan kembali ke kantornya, tentu saja bersama Yudha. Ia masih merasa tak tenang, semua terjadi begitu saja. "Fah, dari tadi aku perhatiin kamu diam. Kenapa?" Tanya Yudha yang masih menyetir mobilnya. "Iya, Maaf." Lirih Fifah. "Yud, Apa boleh aku ijin Hari ini. Soanya mendadak kepalaku terasa sakit." Afifah sangat berharap Yudha akan memberinya izin. Sebenarnya sakit kepala yang Afifah rasakan juga disebabkan memikirkan Barra sedari tadi. Mana mungkin juga ia fokus bekerja dalam pemikiran yang kacau ini. Sementara Yudha ingin sekali mengantar Afifah, tapi dengan cepat ia menolak secara halus. Untungnya Yudha sanga

