Afifah yang tengah berkutat dengan berkas milik Barra, ia sampai saat belum mendapat bukti yang lbih banyak. Afifah merasa seseorang melangkah mendekatinya, ia pikir jika itu Sigit. Tanpa ragu ia berbalik menghadap orang itu. "Siapa yang datang Sigit." Ujar Afifah menunduk. Tapi.. tidak dengan Dirga hang cukup kaget. Bagaimana tidak, dihadapannya adalah menantunya sendiri yang selama ini menghilang. "AFIFAH!!" Suara itu terdengar menggelegar di telinga Afifah. Ia mendongakan kepalanya memandang sosok tersebut yang bukan Sigit. Seketika Afifah terteguk dengan APA yang dilihatnya. "Papa." Lirih pelan. "Jadi.. kamu pengacara dimaksud Sigit." Tanya Dirga dengan nada tegas. "Ii--iya.. Pa." Jawabnya ragu. "Keluar! Papa tunggu di ruang tamu sekarang." Afifah sepertinya tahu dia akan disi

