Seperti biasanya, suasana di ruang makan pada pagi hari selalu penuh dengan canda tawa dan kehangatan. Namun, kehangatan itu tak pernah dirasakan oleh Mecca. Puan itu berjalan mendekat dengan sedikit malas. Ia tidak mungkin langsung pergi tanpa sarapan sedikit pun. Sebab Mecca mempunyai masalah pencernaan, yang membuatnya harus makan tepat waktu. Bahkan kedua orang tuanya pun tidak tahu apapun soal hal tersebut. Karena lagi-lagi hanyalah Stella yang selalu menjadi nomer satu dan diperhatikan. “Selamat pagi,” sapa Mecca pelan. Meski ia tahu, jika sapaannya tidak mungkin dibalas. “Selamat pagi juga, kakak ipar.” Mecca sontak menoleh ke arah tempat, dimana Harvin duduk saat ini. Sedikit tidak menyangka jika pria itu yang akan membalas sapaannya. Sementara itu, Harvin terlihat menata

