Bab 8 — Menganggu Pikiran

1070 Words

Dapur rumah Alexandra malam itu terasa sepi. Hanya suara detik jam dinding yang terdengar samar, bercampur dengan bunyi pelan air panas menetes dari dispenser ke dalam cangkir porselen. Harvin berdiri di sana, kemeja putihnya sudah longgar, dua kancing terbuka, rambutnya sedikit berantakan. Di tangannya, secangkir kopi hitam mengepul. Ia mengangkat cangkir itu ke bibir, menyesap dalam. Pahitnya menusuk lidah, seharusnya mampu menyingkirkan sisa-sisa rasa bersalah dan bayangan yang terus menghantuinya. Ia pikir, setelah bercinta dengan Stella, semua bisa reda. Seharusnya cukup untuk menutup rapat-rapat celah yang tadi terbuka—celah yang bernama Mecca. Tapi nyatanya tidak. Wajah itu, tatapan itu, bahkan getaran halus di bibirnya saat mereka hampir terlalu dekat… semua kembali hadir, lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD