Bbbrrmmm ...! Brrmmm ....!" Dengungan mobil itu meninggalkan korban yang tergeletak di aspal dengan berlumuran darah. Entah masih berdetak atau memang tidak akan lagi membuka mata untuk selamanya. Sebab, di lihat dari kecepatan mobil, kecil kemungkinan untuk hidup. Reynard meringis kesakitan, saat tangannya tergores keaspal. Namun, orang-orang berlari menghampiri seseorang yang tergeletak bersimbah darah di jalan. Masyarakat yang melihat korban tabrak lari itu, mereka tidak mau menyentuh. Hanya ikut merasa iba pada korban. Nasibnya yang malang harus mengalami kejadian na'as tersebut. Reynard mengerutkan dahinya. Melihat semua orang telah membentuk sebuah lingkaran menutupi pandangan Reynard untuk melihat apa yang sedang mereka lihat. Tetapi, Reynard tahu pasti orang itu yang telah mendo

