Ina tak tega melihat Anka yang sangat kuyu, dia urus semua pendaftaran sementara suaminya dia biarkan duduk. Dokter yang mereka datangi seorang dokter senior, Ina melihat nama internis tersebut adalah H. Dr. dr. Muluk Azhari Sp.PD. “Gejala yang Bapak alami ini sudah berapa lama?” Tanya dokter Muluk sambil kembali duduk di kursi, sementara Anka masih terbaring di ranjang periksa, dibantu Ina dia turun tertatih karena lemas. “Ini hari ketiga Dokter,” balas Ina sambil memapah Anka untuk duduk kursi depan dokter. “Mualnya parah, selalu disertai mvntah, akibatnya dia lemas, dia juga mengeluh pusing,” balas Ina. Anka tak ada niat bicara, dia terlalu pening dan mual. “Dari hasil pemeriksaan saya barusan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi Pak Anka ya, namanya Pak Anka, saya liha

