“Enggak ini saja. Sudah, enggak usah ngerepotin. Belum tentu ini juga masuk,” balas Anka lemah. Baru kali ini dia masuk angin sampai mvntah separah ini. Biasanya mvntah satu atau dua kali selesai. Kali ini entah sudah berapa kali dia mvntah, seingat Anka lebih dari lima kali, dan ini sangat menyiksa, sebab sampai keluar cairan pahit dari tubuhnya. Anka merasa sangat lemas. “Ya jangan begitu dong. Makan dua suap dua suap ya, kasih jeda agar bisa bertahan tak keluar lagi. Nanti lemas kalau tak ada asupan, dan Mas kan juga harus minum obat. Obat yang tadi kan sudah dibuang. Mas lihat sendiri obatnya keluar lagi kan?” “Belum juga hancur di tubuh, artinya belum diserap, sudah keluar lagi.” “Apa sebaiknya obatnya digerus saja biar langsung menyerap ya?” “Enggak mau, kalau digerus pahit,”

