Mediasi antara aku dan Embun tidak berjalan dengan sebagai mana mestinya. Setelah kesalahan semalam yang aku lakukan dengan wanita bernama Dewi itu diungkit oleh Embun. Ku pikir Embun tidak akan tahu tentang hubunganku dan Dewi, salah satu wanita yang ku sewa demi memuaskan hasrat ku, saat Embun belum lama melahirkan. Tidak ku sangka, kalau masalah itu akan dibahas Embun di pertemuan kami ini. Embun juga membahas masalah gaji, sikapku pada sahabat perempuanku yang terlampau dekat hingga menyakiti dirinya. Aku dan Embun keluar dari ruang mediasi bersamaan. Raut wajah Embun terlihat datar, tapi kedua matanya terlihat sembab, karena dia banyak menangis tadi. Berkali-kali ku ucapkan kata maaf sambil berlutut di hadapannya. Akan tetapi, Embun hanya menjawabku dengan dingin. "Aku bisa memaafk

