Kehadiran Mawar malam ini, tanpa diundang, benar-benar membuatku tidak nyaman. Aku sudah mengusirnya dari rumah, tapi dia masih saja datang kemari. Entah apa tujuannya datang kemari sekarang. Setelah beberapa hari, ia tidak ada kabarnya. "Mau apa kamu kesini, Mawar? Kamu seenaknya masuk ke rumahku, tanpa mengucapkan salam." Terpaksa aku bersikap judes dan sinis padanya, karena aku sedang menjaga diriku dari fitnah. Aku tidak mau kalau ada yang salah paham lagi dengan hubunganku dan Mawar. Bisa berbahaya, kalau sampai Embun tahu Mawar datang kemari. Bisa-bisa ia salah paham lagi dan membuat hubunganku dan Embun semakin runyam. "Kamu kok gitu sih sama aku, Rud? Aku kesini cuma mau lihat keadaan kamu. Katanya kamu kecelakaan. Sepertinya, kamu lagi nggak baik-baik aja." Seenaknya, Mawar dud

