Percuma saja aku memarahi Mawar mati matian, karena wanita itu sama sekali tidak mengindahkan perkataan dan peringatan dariku. Dia malah mengatakan, kalau dia akan tetap memperjuangkan cintanya dan menungguku bercerai dari Embun. Bisa-bisanya aku sempat menaruh perasaan terhadap Mawar dan mengkhianati cinta Embun yang setia. Walau hanya sekedar rasa suka, tetap saja aku berkhianat dari Embun. Setelah kejadian itu, aku benar-benar hampa, karena Embun tidak ada datang lagi ke rumah. Walaupun anak-anak diantarkan main sesekali oleh kakak iparku, tapi Embun tidak pernah terlihat bersama anak-anak kami. Tidak pernah terlihat olehku lagi. Berkali-kali aku mencoba menghubunginya, tapi Embun sama sekali tidak menggubrisku. Dia sengaja mengabaikanku. Aku rasa Embun sudah benar-benar muak padaku.

