CEO's Heart 01
James alfred walker
Dia adalah salah satu dari anggota keluarga Walker dan akan menjadi satu satunya pewaris semua aset kekayaan yang di miliki walker's family.
Ya dan hanya dia yang berhak.
Jonathan Walker adalah pebisnis sukses yang berkuasa dalam bidang penerbangan, industri, perhotelan dan juga otomotif yang semuanya menguasi pasar Eropa dan Amerika.
Tidak heran aset kekayaannya tidak akan habis sampai sepuluh keturunan.
Namun sayang dari ketiga anaknya Hanya anak bungsunya saja yang berjenis kelamin lelaki dia adalah Thomas Walker ayah dari james.
Bagi jonathan yang berhak mewarisi semua aset kekayaannya hanyalah anak lelakinya saja, andai saja ketiga anaknya lelaki, jonathan akan dengan adil membagi rata semua asetnya, namun kedua putrinya Alana dan alexa harus rela menerima keputusan ayahnya karena memang semua itu adalah aturan turun temurun dari keluarga Walker. Yang berhak memegang aset Walker's hanya dia yang memiliki Kromosom XY.
Untuk itu setelah Jonatha mulai lelah dengan semua hiruk pikuk dunia bisnis dia mulai menyerahkan semua asetnya pada Thomas, namun takdir berkata lain, Thomas dan juga sang istri harus meregang nyawa pada kecelakaan tragis yang membuat James menyandang status yatim piatu di saat umurnya masih sepuluh tahun.
Jonatha sebagai sang kakek sangat prihatin pada james kecil yang terpuruk di umurnya yang masih sangat kecil, untuk itu semenjak orang tuanya meninggal jonathan menggantikan peran kedua orangtuanya untuk james, Jhonatan mulai mengajarkan semua tentang bisnis pada james saat usianya baru menginjak sebelas tahun.
James kecil di biasakan dengan mengikut rapat yang jonathan ikuti, dan juga selalu berada di samping jonathan saat perjalanan bisnis dan memimpin langsung semua para bawahan mereka.
Jonathan benar benar selalu berada di samping james untung membimbing dan mengajarinya, jonatha tidak mau semua aset walkers nantinya akan Hancur. Untuk itu dia sangat protektif terhadap James.
Dan di saat james menginjak usia tujuh belas tahun dia sudah mulai mewarisi semua aset walker's meskipun masih dalam pengawasan jonathan
Namun sekarang saat usia james sudah 25 tahun jonathan sudah benar benar melepasnya.dan hanya akan memberikannya sedikit pendapat jika james memerlukannya. Namun itu sangat sangat jarang, karena sikap di siplin dan juga ambisius yang di tanamkan jonathan sejak kecil...james tumbuh menjadi seorang pewaris tahta yang arogan, ambisius, dingin dan juga Tampan.
Jadi jarang sekali dirinya meminta pendapat jonathan apalagi semenjak dia memegang semua kendali, baginya dirinya mampu hanya untuk sekedar menjalankan semua bisnis walker's.
James memang terkenal dengan pemimpin yang cerdas dan sangat arogan tak hayal semua bisnis walker's berkembang dengan pesat semenjak berada di tangan james.
Melihat semua perkembangan itu jonathan mungkin akan mati dengan tenang dan tidak akan khawatir tentang semua aset walker's di tangan james.
Namun ada satu yang masih sangat sangat mengganggu fikirannya dan itu sangat mengganjal.
"Apa yang grandpa fikirkan.?"
Tanya james saat melihat jonathan yang hanya mengaduk ngaduk sup yang berada di hadapannya sejak dua puluh menit yang lalu.
"nothing, nikmati saja makan malam mu.!" jawab jonathan sambil menaikkan bahunya.
Namun james hafal betul ketika grandpanya itu sedang memikirkan sesuatu
"aku meninggalkan rapat pentingku yang akan menghasilkan ratusan juta dolar hanya untuk memenuhi permintaan grandpa untuk makan malam, jadi katakan saja apa yang grandpa fikirkan agar aku tidak menyesal meninggalkan rapat itu" ucap james yang sudah meletakan alat makannya dan menatap jonathan penuh intimidasi,
Jonthan ikut meletakan sendok yang sedari tadi dia pegang hanya untuk mengaduk sup nya dan membalas tatapan cucu kesayangannya itu.
"james, kau tau bukan kau cucu kesayanganku." ucap jonathan dan ya itu tidak bisa di pungkiri, dia memang cucu yang paling granpanya sayangi, meskipun dia mempunyai Lima cucu lainnya dari Alana dana Alexa namun james prioritas utamanya.
"kau juga tahu grandpa mu ini sudah tua dan rapuh, mungkin sebentar lagi akan menadi butiran debu"ucap jonathan membuat james berdecak kesal dengan omongan konyolnya
"bisakah kita langsung pada intinya granpa, aku masih harus mengejar jadwalku"ucap james sedikit kesal.
"baiklah baiklah, aku hanya tidak ingin kau terlalu syok dan malah mati mendahului ku jika aku langsung pada intinya, jika kau mati lebih dulu siapa yang akan memegang semua bisnis kita"
"came on grandpa, aku tidak akan mati sebelum mendapatkan orang yang akan menggantikanku kelak seperti yang granpa katakan."
"bagaimana kau akan mendapatkannya.?" tanya jonathan mulai memasang tampang seriusnya.
"tentu saja aku akan mempunyai james junior nantinya, memangnya dengan cara apalagi"
Binggo
Jonatha tersenyum dalam hati, dia tidak harus mengungkapkan secara langsung maksud dari hatinya, dengan memancingnya sedikit saja james pasti akan mengerti.
"kenapa tidak kau buat saja james junior secepatnya"
"itu karena_____" ucapan james terhenti karena mulai mengerti kearah mana pembicaraan grandpanya ini
"jangan katakan grandpa akan mulai merajuk lagi dan memintaku membawa wanita yang harus aku kenalkan pada grandpa."
"oh no no no, tidak kali ini tidak seperti itu., aku tau beberapa wanita yang kau kenalkan pada ku adalah wanita cabutan dari club yang sering kau datangi, dan aku tidak ingin seperti itu" jelas jonathan, beberapa bulan belakang dirinya memang kadang selalu memaksa james untuk membawa pacar atau wanita yang mungkin cocok menjadi calon istrinya, tapi cucu nya itu sangat payah, kadang jonathan heran untuk apa dirinya mewariskan tampang rupawan pada cucunya itu jika tidak bisa dia gunakan dengan baik, misalnya mencari calon istri yang benar benar bisa mengurusnya.
"itu karena grandpa selalu memaksaku, dan aku tidak punya pilihan lain selain membawa mereka"kilah james dengan santainya
"aku melakukan itu juga karena khawatir, di umurmu sekarang bahkan kau belum pernah benar benar serius menjalin hubungan denga satu wanita saja, aku mewariskan wajah rupawan itu bukan hanya untuk kau jadikan pajangan saja james."jawab jonathan membuat james memutar bola matanya jengah, ya dia mengakui wajahnya memang mirip sekali dengan jonathan sama sama tampan, tapi ayolah aku masih 25 tahun fikir james,
dirnya masih terlalu muda untuk menjalin sebuah ikatan seperti pernikahan, paling tidak mungkin di umur tiga puluh atau tiga puluh lima tahun dirinya akan memikirkan hal seperti itu, dan untuk saat ini dirinya benar benar belum terfikirkan untuk mencari teman hidup.
"aku masih ingin fokus pada bisnis kita, aku masih ingin mengembangkan beberapa bisnis yang belum kita miliki"
"semua itu bisa kau lakukan setelah kau menikah, dan tidak akan mengganggu ambisimu."potong jonathan cepat karena jonathan tau betul sikap ambisius cucunya itu, yang tidak akan pernah puas dengan pencapaian yang ada di genggamannya sekarang.
"Grandpa___"
"aku akan mengenalkanmu pada salah satu cucu dari temanku."potong jonathan kembali membuat james menghembuskan nafas kasarnya
"hah ternyata aku memang salah telah meninggalkan rapatku" gumam james sambil mengusap wajahnya.
"aku ingin mati dengan tenang james, jadi turuti saja permintaan grandpa mu ini jika kau menyayangiku" ancaman jonathan yang pasti akan selalu berhasil jika dirinya sudah berkata seperti itu.
"Baiklah baiklah, you win"ucap james pasrah karena tidak ingin berdebat terlalu lama lagi dan harus meninggalkan jadwal rapat berikutnya, dan itu membuat jonathan menarik sudut bibirnya.
"kau memang selalu bisa di andalkan son, kau tidak akan menyesal pada pilihan kakek tua ini, dia wanita yang baik, pintar dan tentu saja Cantik, aku tidak mungkin memilihkan calon istri yang di bawah standar untuk pemegang tahta walker's"jelas jonathan dengan bangganya
"dan satu lagi, dia juga pantas mendampingimu karena derajat kalian sama, mungkin kau nantinya akan berterima kasih pada grandpamu ini karena telah mempertemukan kalian"lanjut jonathan membuat james menaikkan halisnya
"well, siapa gadis yang grandpa puji puji itu yang pantas mendampingiku kelak"
"dia Ametta Mabella Sanders"
________________________
____________
Ametta Mabella Sanders
atau lebih di kenal dengan nama panggung Ametta Sanders dia adalah Model terkenal dan merupakan model dengan bayaran tertinggi dua tahun berturut turut, dia mempunyai tubuh tinggi, dan wajah yang memang sangat cantik. Bakatnya di bidang modelling sudah terlihat saat dirinya berumur 3 tahun, di umur sekecil itu Ametta sudah menjadi Brand ambasador untuk kidsstyle salah satu brandfhasion anak yang paling terkenal pada masa itu, karir nya di dunia model berlanjut sampai usianya sekarang yang menginjak dua puluh tiga tahun bahkan semakin membuat dirinya semakin terkenal dan menjadi model papan atas, bahkan dirinya menjadi model paling berpengaruh dalam dunia fashion tahun ini,
Ametta di kontrak oleh beberapa agensi di berbagai negara dan juga menjadi brand ambasador untuk merk merk ternama seperti , gucci, balenciaga , calvin klein , Bruberry , LV , bulgary dan masih banyak lagi.
Tidak heran dari semua kesuksesan yang dia raih di umurnya yang masih sangat muda ametta sudah mempunyai kekayaan pribadi sebesar $50juta. Dan itu hanya kekayaannya saja belum di tambah dari kekayaan keluarganya yang sangat sukses dalam bidang kelautan dan ekspor impor.
Untuk itu ametta sudah terbiasa hidup nyaman sejak lahir.
Kehidupannya itu membuat ametta tumbuh menjadi wanita yang sedikit agak manja dan ya tidak suka jika keinginannya tidak terpenuhi.
"Nona, hari ini anda akan melakukan pemotrean dengan Alexander mcqueen pukul 2 siang" ucap andara selaku asisten pribadinya
"Ya." jawab singkat Ametta yang masih fokus pada layar ponsel di tangannya, beberapa kali dia mencoba menekan ponsel dan mendekatkan ketelinganya dan setelahnya menghembuskan nafas kasarnya, andara tahu betul pasti atasannya itu sedang menghubungi seseorang yang sedang mengabaikan dirinya.
"oh came on babe" gumam Ametta yang kembali mencoba untuk menghubungi seseorang dengan kesal.
Tok tok tok
Ametta melihat sekilas ke arah pintu kamarnya sebelum kembali mengotak atik layar ponselnya yang kembali gagal menghubungi seseorang, sedangkan andara lebih memilih untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
Dan ternyata salah seorang pelayan di rumah keluarga besar sanders, setelah berbincang dengan pelayan tersebut andara kembali berjalan menghampiri ametta yang masih sibuk dengan kegiatannya
"Nona, semua keluarga sudah menunggu nona untuk sarapan" ucap andara menyampaikan pesan yang di bawa pelayan tadi
"katakan aku tidak ikut sarapan kali ini"
"tapi tuan Sebastian sendiri yang memerintahkan pelayan tadi" lanjut andara membuat ametta memejamkan matanya kesal.
"ck pak tua itu benar benar membuat moodku semakin hancur"kesal ametta sambil beranjak dari tempat tidurnya dan melemparkan ponselnya pada andara
"aku akan mandi dahulu, kau lanjutkan menghubungi sean, teleponnya harus tersambung saat aku selesai mandi."ucap ametta sambil berjalan memasuki kamar mandi sedangkan andara dengan pasrah mencoba menghubungi seseorang yang bernama sean.
Namun beberapa detik kemudian ametta kembali berteriak dari dalam kamar mandi
"dan satu lagi, batalkan pemotretan dengan Mcqueen nanti, aku sedang tidak mood" teriak ametta membuat andara menghembuskan nafas kasarnya,
Lagi lagi atasan sekaligus temannya itu membatalkan janji se enak jidatnya, dan andara yang akan menjadi bulan bulanan para petinggi brand dan harus bersusah payah mengatur kembali jadwal mereka.
Ametta memang tidak bisa bekerja dan di paksa di saat moodnya benar benar hancur, dan tidak ada satu orangpun yang berani melawan atau memaksanya, ametta mencintai dunia model karena memang Hobinya di dunia fashion tapi itu tidak berarti hobinya itu bisa memkasakan dirinya, ametta hanya akan melakukan sesuatu yang dia inginkan saja.
"bagaimana.? Apa sudah tersambung.?" tanya ametta pada andara yang masih memegang ponselnya dan menempelkannya di telinga kirinya
"bahkan kali ini nomornya tidak aktif."jawab andara membuat ametta semakin kesal
"dasar i***t, ada apa dengannya, bahkan dia mengabaikan pesanku semalam, dan tidak menerima panggilanku."geram ametta
"mungkin nona melakukan kesalahan atau melakukan sesuatu yang membuat tuan sean marah"tebak andara karena memang seperti iu biasanya, sean akan mengabaikan ametta jika mereka sedang berselisih faham
"itu tidak mungkin dara, sore kemarin sean masih menelponku, dan bilang jika dia sedang mempersiapkan konser berikutnya."jawab ametta dengan yakin karena memang sebelumnya mereka baik baik saja, sean menceritakan tentang konser piano yang akan dia selenggarakan dalam waktu dekat, tapi malam tadi, sean hanya membaca pesannya tanpa berniat membalasnya bahkan panggilan telepon ametta di abikannya.
"ah kalau begitu mungkin tuan sean sedang sibuk mempersiapkan konsernya"
"tapi setidaknya kabari aku, mengesalkan." kesal ammetta kemudian berjalan keluar kamar untuk mengikuti sarapan di ikuti andara di belakangnya,
Ametta tidak ingin membuat keluarganya menunggu lama dan menjadi pusat perhatian dan sindiran kakak dan sepupu sepupunya karena membuat mereka kelaparan hanya untuk menunggu tuan putri ini datang.
Dan benar saja saat dirinya menuruni tangga dan semua mata sudah tertuju padanya dengan sinis, seakan mengatakan lebih baik kau mati saja dari pada membuat kami kelaparan hanya untuk menunggumu selesai mandi, seperti itu kira kira arti tatapan mereka
"morning.!" sapa ametta dengan sikap acuh dan masa bodonya mengabaikan tatapan sinis para penghuni meja makan
"Morning princess" ledek felix, dia adalah kakak satu satunya yang ametta miliki.
"Baiklah kita mulai sarapan" ucap sebastian memecah keheningn dan mulai menyantap sarapan yang sudah tersedia.
Kali ini sebastian selaku kepala keluarga meminta anak dan cucu cucunya untuk menginap karena ingin membahas hal yang penting menurutnya, untuk itu dua anak sebastian dan ke empat cucu cucunya hadir di meja makan yang biasanya sepi karena permintaan sebastian.
Sebastian mempunyai dua anak lelaki yaitu devan sanders dan Vano sanders. Dan Ametta adalah anak dari Vano sanders dan merupakan cucunya yang paling muda, ya meskipun cucu cucunya hanya berbeda 2-3 tahun saja.
Dan hanya anak dari Vano yang masih belum berumah tangga yaitu felix dan ametta sedangkan kedua sepupu mereka sudah lebih dulu menikah.
"Bagaimana pekerjaanmu ametta.?" tanya sebastian membuat meta mengurungkan niatnya untuk meminum jus.
"Baik" jawab Ametta
"Apa kau masih membatalkan kontrak dengan klienmu saat suasana hatimu sedang tidak baik.?"tanya sebastian membuat ametta mengangguk
"ya seperti itulah, kakek tau aku tidak bisa bekerja saat moodku hancur"
"jadi untuk hari ini berapa kontrak yang kau batalkan"tanya sebastian membuat ametta menatap sebastian dengan mata menyipit, lagi lagi kakeknya itu memata matai dirinya untuk yang kesekian kalinya
"aku rasa kakek tidak perlu jawabanku karena kakek sendiri sudah tahu jawabannya apa"ucap ametta sedikit kesal dengan sikap overprotektif kakeknnya
"berhentilah bersikap kekanakan dan mulai lah profesional,jika kau sudah tidak suka dalam bidang modeling berhenti saja jangan membuat orang orang rugi besar, kau masih bisa hidup enak tanpa menjadi model" jelas sebastian dengan nada datarnya membuat ametta semakin kesal
"aku menjadi model memang karena hobiku kek"
"untuk itu bersikaplah dewasa kalau tidak berhenti saja"
"aku akan berhenti jika aku sudah menikah"jawab asal ametta yang membuat sebastian menatapnya penuh arti
"Kalau begitu menikahlah,kakek sudah memilih calon untukmu, dan nanti malam pertemuan kalian"ucap sebastian membuat semua anggota keluarga menatap ke arahnya dengan heran tidak terkecuali ametta sendiri
Apa dirinya tidak salah dengar, lalu jangan bilang jika sebastian mengumpulkan semua anggota keluarga dengan alasan ada hal penting hanya untuk mengatakan tentang rencana konyolnya itu,
Bahkan sampai detik ini telinga ametta masih berdengung mendengar perkataan kakeknya itu.