CEO's Heart 02

2007 Words
Semua keluarga Sanders yang terdiri dari Sebastian sebagai kepala keluarga.. Devan dan Vano Sebagai kedua anak lelaki sebastian dan dengan kedua istri mereka.. Dan Reynal,Reymond, Felix dan Ametta sebagai ke empat cucu sebastian tengah berkumpul di ruang keluarga untuk melanjutkan pembicaraan yang membuat semua anggota keluarga syok atas keputusan sebastian yang akan menjodohkan Ametta dengan seseorang. "Jadi bisa ayah jelaskan, maksud dari perkataan ayah tadi.?" tanya vano karena memang tidak mengerti, Sebastian mengambil keputusan tanpa melibatkan dirinya sebagai ayah dari Ametta. "Apalagi yang harus aku jelaskan, aku tau kalian mengerti dengan ucapan yang sudah aku katakan di meja makan tadi" "Dad___" "apa kakek sedang bermimpi.,? Atau kepala kakek terbentur sesuatu..? Ya aku yakin kepala kakek terbentur sesuatu" ucap Ametta memotong perkataan daddy nya. "aku sedang dalam keadaan tersehat ku saat ini, dan keputusanku itu sudah bulat." jawab sebastian dengan nada tenangnya. "aku tidak ingin menikah, usiaku masih muda dan juga karir ku sedang berada di puncak, aku tidak ingin menghancurkan semuanya" "semua tidak akan hancur hanya gara gara kau menikah" "Ah really, aku yakin kakek akan menjodohkanku dengan lelaki yang sama persis seperti dirimu, yang akan mengekang langkahku dan menjeratku di mansions tua seperti rafunzel." bentak Ametta yang sudah berada di puncak kemarahannya, sejak semalam dirinya sudah sangat kesal di tambah dengan keputusan sebastian membuat amarahnya tidak bisa lagi di bendung. "Kenapa kakek tidak melakukan hal yang sama pada Reynal Reymon dan felix, ah dan lagi kenapa harus aku yang menikah lebih dulu, kakek bisa menjodohkan Felix terlebih dahulu" lanjut Ametta membuat felix menatap tajam ke arahnya "Kenapa kau membawa bawa namaku dalam masalahmu" gerutu felix "karena kau berbeda" jawab sebastian "apa karena aku satu satunya cucu perempuan kakek.?" jawab cepat Ametta. Ya dan itu memang benar Ametta adalah cucu  perempuan satu satunya yang sebastian miliki, dan juga yang paling keras kepala dan sangat mengkhawatirkan dengan sikapnya yang sedikit diluar kendali. Ametta gadis manja, keras kepala dengan emosi yang suka meledak ledak. "semua kakak lelakimu bisa menemukan pasangan mereka dengan kriteria yang kakek ajukan...dan kau____" ucapan sebastian menggantung, sebastian yakin Ametta sangat mengerti apa yang akan hendak dia ucapakan.karena cucunya itu sangat pintar, dia pasti sudah tahu bahwa selama ini dirinya tengah di mata matai..lebih tepatnya kakeknya itu pasti selalu mengawasi semua gerak gerik yang Ametta lakukan. "Apa yang salah dengan Sean, kami saling mencintai dan itu bagiku sudah cukup." benar sekali yang sebastian fikirkan tadi, tidak perlu menjelaskan lebih detail Ametta akan mengerti dengan sendirinya apa yang hendak dia utarakan. "Dia tidak pantas untukmu dan juga kau hanya akan bahagia sesaat, setelah lama kau menjalani pernikahan dengannya kau akan bisa merasakan bahwa lelaki yang kau banggakan itu tidak akan sanggup menanggung semua kebutuhanmu selama setahun, ah tidak itu terlalu lama bahkan aku ragu dia bisa menanggung kebutuhanmu selama satu minggu saja."jelas sebastian membuat Ametta mengepalkan tangannya karena secara tidak langsung kakeknya itu sudah menghina sean di depan keluarga besarnya, meremehkan lelaki yang sangat dia cintai. "cinta itu bukan hanya sekedar tentang uang, dan lagi pula aku bisa bekerja dan penghasilanku bisa memenuhi kebutuhanku sendiri"Bela Ametta "Ya jika dia memiliki muka tembok untuk membiarkan semua itu, jika kau melakukannya bahkan kau sendiri kelak yang akan menginjak nginjak harga diri lelaki yang kau cintai itu" jawab sebastian membuat ametta bungkam, yang kakeknya katakan itu tidak lah salah, sean akan merasa dirinya tidak pantas untuk dirinya jika Ametta melakukan hal itu, dan mengubah gaya hidupnya, itu, itu mungkin  poin ke seratus yang akan dia fikirkan. Ametta sudah terbiasa dengan kemewahan dan untuk meninggalkan itu semua seperti meninggalkan jati dirinya yang asli. Seorang Ametta Sanders tidam bisa di pisahkan dengan kata kemewahan. "dan satu hal lagi, lebih baik kau tidak terlalu lama menjerat lelaki itu dalam ikatanmu, biarkan dia mencari kebahagian dengan wanita yang sepadan dengannya, jika kau keras kepala kau akan lebih menyakiti dirinya, aku mengerti kau tau maksud yang kakek bicarakan Ametta Sanders" ucap sebastian membuat Ametta mengacak rambutnya frustasi dan memilih untuk mengakhiri perdebatan dengan kakeknya itu yang sangat menguras emosinya, bahkan Ametta tidak bisa menyanggah semua perkataan sebastian...yang di katakan kakeknya itu semuanya benar. Selama dua tahun menjalin kasih dengan Sean pertengkaran mereka hanya seputar tentang perbedaan derajat.. Sean seringkali merasa dirinya rendah hanya untuk menjadi kekasih seorang super model seperti Ametta, namun Ametta masih bisa mempertahan kan dan membujuk sean agar bertahan dengan dirinya, ametta meyakinkan jika suatu saat semuanya akan lebih mudah tapi kini setelah sebastian mengungkapkan yang sebenarnya, rasa ragu bahkan menyelimuti diri nya sendiri, bahkan dirinya tidak bisa membujuk hatinya agar mempertahankan sean. Ametta menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya dan mengunci diri, mengambil ponsel nya yang masih tidak menemukan notifikasi apapun dari sean.. Sial " Bahkan di saat seperti ini kemana perginya si i***t itu" kesal Ametta yang kembali melemparkan ponsel nya dengan asal.. Sedangkan di ruang keluarga mereka masih duduk dengan diam menunggu sebastian kembali bersuara. "Dad, tentang ametta__" "Vano apa kau tahu Jonathan Walker.?"tanya sebastian memotong ucapan vano "ya tentu saja, siapa yang tidak kenal raja bisnis dan sekaligus teman baik daddy..?" "Ya dia memang luar biasa, semua orang pasti akan tau siapa dia"ucap sebastian membenarkan "Lalu apa hubungannya dengan masalah Ametta.,? Jangan katakan Daddy akan menjodohkan anakku dengn pria Tua itu, meskipun dia kaya raya tapi untuk menjadi menantuku, aku masih cukup waras dad, aku lebih baik menyetujui Ametta menikah dengan pianis itu" racau Vano yang kini sedang di tenangkan oleh istrinya Rose, rose mengelus lengan vano berharap dirinya tenang. "Apa kau fikir aku juga tidak waras hem,.?"ucap sebastian membuat vano semakin bingung dan merasa sedikit lebih tenang karena ya sebastian tidak akan mungkin segila itu. "jadi.?" "dan apa kau kenal dengan pewaris Walker's sekarang..?"tanya sebastian membuat semua orang saling pandang dan akhirnya menyadari apa maksud dari tujuan sebastian. Ya sebastian memang akan menjodohkan cucunya dengan James alfred Walker. Bagi sebastian james adalah orang yang tepat untuk menjaga cucu keras kepalanya itu, atau malah sebaliknya, Hanya takdir yang akan Tahu dan menentukan semuanya. "Apa daddy yakin Ametta akan menyetujui perjodohan ini.?"tanya Devan selaku anak pertama dari Sanders family "Mau tidak mau dia harus mau, aku tidak meminta pendapatnya, itu adalah keputusan mutlakku, jika dia tidak mau, mungkin jalan satu satunya dia harus kehilangan nama belakang yang selama ini dia pakai" jelas sebastian membuat vano menelan ludahnya, sampai seperti itukah ancaman daddynya untuk menjodohkan putrinya. Sedangkan di lain tempat. James tampak serius menatap layar laptopnya,entah apa yang dia fikirkan saat ini sampai kedatangan sekertarisnya tidak dia sadari.. "Sir" ucap carlos entah untuk yang keberapa kali. Dan kali ini berhasil membuat james menatap ke arahnya. Carlos berjalan mendekat ke arah meja james dan meletakan sebuah map coklat. Sepersekian detik carlos mencuri pandangan pada layar datar yang sedari tadi atasannya itu tatap dengan serius, carlos bisa melihat dengan jelas meskipun hanya beberapa detik bahwa itu adalah foto model papan atas Ametta Sanders, yang nantinya akan menjadi istri dari atasannya itu, Carlos akhirnya tau apa yang membuat atasannya itu tidak fokus untuk beberapa saat. "ini semua informasi yang anda minta" ucap carlos dan mundur beberapa langkah, james membuka amplop itu dan mengeluarkan beberapa berkas dan beberapa foto. "jadi dia kekasihnya?" ucap james sambil terus melihat satu persatu foto di tangannya "seperti informasi yang saya dapat mereka memang menjalin hubungan" "sudah berapa lama" "dua tahun dan masih bertahan sampai sekarang" ucap carlos membuat james menatap ke arahnya sesaat. James melempar dengan asal semua foto dan berkas yang carlos berikan ke atas meja kemudian menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya. Carlos bisa melihat james menarik sudut bibirnya meskipun hanya sedikit. "jadi dia tipe yang suka lelaki lembut dan romantis, ya pasti seperti itu bukan, dia seorang pianis yang tidak terlalu terkenal, jadi kurasa dia hanya bermodalkan rasa cintanya saja"ucap james "apa kah anda memerlukan informasi yang lainnya.?" "atur pertemuanku dengan Calon istriku, aku tidak sabar untuk bertemu dengannya." ucap james sambil menampilkan senyum yang sulit carlos artikan, carlos hanya menunduk dan menjalankan apa yang atasannya suruh dan rencanakan. Dia harus mulai mengatur kembali jadwal james untuk bertemu dengan model papan atas yang mempunyai jadwal padat seperti atasannya yang pasti akan sedikit sulit carlos atur, apalagi setelah carlos selidiki ternyata seorang Ametta sanders sedikit rumit dalam Bersikap. Setelah carlos keluar dari ruangannya james meraih ponsel yang berada di atas meja dan mulai mencoba menghubungi seseorang. "Hallo." ucap james dengan senyum merekah, senyuman hangat yang jarang sekali dia perlihatkan pada siapapun.bahkan pada jonathan sekalipun "........." "jadi bagaimana kabar anak anak.?" tanya james kembali sambil memutar kursi kebesarannya menghadap dinding kaca besar yang langsung menampakan Kota Los Angeles...gedung yang menjadi pusat kegiatan Walker's merupakan gedung tertinggi yang berada di kota ini tak heran dari tempat nya berada sekarang James bagaikan orang tertinggi dari orang yang lainnya yang terasa seperti semut dan kecil. James nampak begitu antusias mendengarkan cerita seseorang dari sebrang telepon, terkadang james akan menanggapi dan kadang ikut tersenyum seakan perbincangan yang mereka obrolkan begitu sangat menyenangkan, dan itu sangat jarang terjadi pada james saat berbincang dengan siapapun. "Aku akan menikah, ya tentu saja Grandpa yang memaksaku, tapi sebelum hari pernikahan itu aku pasti akan menemuimu dan juga anak anak, aku merindukan kalian" ucap james sesaat terlihat sendu namun kembali menampilkan senyum hangatnya saat membicarakan masalah anak anak yang james maksud. "katakan pada mereka, carlos akan mengirimkan hadiah yang mereka minta, ya mungkin besok semuanya akan sampai, dan maaf mungkin sekarang aku masih sulit untuk menemui kalian, aku masih mempunyai beberapa urusan penting."ucap james dengan nada menyesal seakan tidak ingin mengecewakan orang yang berada di sebrang telepon "Baiklah, akan aku tutup, ya ya kau tidak usah mengkhawatirkanku, aku bisa mengurus semuanya" ucap james setelah itu memutuskan sambungan telponnya kemudian menekan intercome di atas meja "Carlos masuklah.!" setelahnya tidak lama kemudian carlos datang dan menunduk sesaat "apa kau sudah menyiapkan semua mainan yang aku minta tempo hari" "sudah sir, semua sudah siap" "bagus, aku ingin kau segera mengirimkannya dan besok semua mainan itu harus sudah sampai ke tangan mereka"pinta james dengan nada datar dan dingin seperti biasanya yang dia tunjukan pada orang orang, sangat berbeda bukan dengan james beberapa saat yang lalu yang selalu berkata hangat dengan senyum di bibirnya. "Baik tuan, saya akan mengirimkan nya secepat mungkin"ucap carlos kemudian menunduk sebelum kembali pergi dan melakukan tugasnya tapi langkahnya terhenti saat james kembali bersuara "ah ya dan satu hal lagi, atur pertemuanku di salah satu hotel kita dan aku ingin di iringi suara piano saat makan malam dengan calon istriku.!" ucap james dengan seringai di bibirnya membuat carlos mengerutkan keningnya, jangan bilang rencana atasannya itu seperti yang kini tengah dia fikirkan "Apa anda ingin pianis Sean stefanus yang saya_____" "carlos itu terlalu kejam, bukankah mereka sepasang kekasih, bagaimana bisa aku mempertemukan mereka di saat akulah yang akhirnya akan menjadi suaminya"ucap james membuat carlos bingung dan mulai berfikir apa pikirannya sebelumnya salah, namun setelahnya carlos benar benar memuji dirinya sendiri yang sangat mengerti bagaimana sifat atasaannya itu yang sudah lebih 8 tahun dia ikuti "Tapi menurutku itu ide yang tidak terlalu buruk, siapa tau calon istriku akan bangga memamerkanku pada kekasihnya itu, baiklah atur semuanya kita akan lihat bagaimana reaksi mereka"ucap james kemudian meraih berkas di atas mejanya yang belum sama sekali dia sentuh sejak pagi karena terlalu sibuk memikirkan tentang rencana nya kedepan "Baik tuan saya permisi" ucap carlos kemudian berlalu meninggalkan james. Setelah peninggalan carlos james kembali  membayangkan bagaimana menyenangkannya jika bermain main dengan calon istrinya itu. James penasaran reaksi seperti apa yang akan diberikan Ametta sanders padanya, james tahu dia adalah seorang model papan atas yang sangat angkuh dan juga sedikit arogan, ya dan itu tidak jauh berbeda bukan dengan dirinya, bedanya hanya pada james bisa mengatur emosi di dalam dirinya dia tahu bagaimana bersikap dan tidak meledak meledak berbanding dengan ametta SanDers dia akan selalu mengungkapkan emosi dan ketidak sukaannya secara langsung dan menampilkan ke angkuhannya pada setiap orang yang meremehkan bahkan dengan sengaja mengusik dirinya, Ametta tidak takut dengan image nya yang akan buruk di depan publik. James yakin wanita seperti ametta lebih mementingkan perasaannya yang tulus ketimbang harus di jodohkan, dan james sudah bisa menebak bahwa ametta pasti tidak akan mudah menyetujui perjodohan ini, tapi satu dalam diri ametta yang juga tidak bisa dia tolak yaitu jati dirinya yang selalu disuguhi kemewahan dan menjadi kalangan penting di karirnya dan hanya menikah dengan james ametta bisa mempertahankan semua itu ya dan mungkin dia bisa merelakan perasaan cintanya pada kekasihnya itu. "aku sangat menunggu pertemuan kita" gumam james sambil melihat layar laptopnya yang masih menampilkan seorang model papan atas yang juga akan menjadi istrinya kelak Ametta Mabella Sanders.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD