CEO's Heart 05

2132 Words
"ughh..!" Ametta melenguh saat cahaya matahari menerobos masuk melewati celah di setiap tirai yang masih menutupi jendela tinggi yang berada di kamarnya. Bukan nya bangun , Ametta malah menarik selimut tebal yang membungkus tubuhnya dan kini menutup seluruh tubuhnya dengan sempurna. Mungkin butuh waktu sepuluh detik untuk ametta kembali kealam mimpinya sebelum seseorang dengan sengaja menarik selimut yang menutupi tubuh Ametta. "Oh god, Ametta bangunlah, kita akan benar benar terlambat kali ini" dengan masih menutup matanya yang terasa berat dengan samar Ametta bisa mendengar suara seseorang tengah merutuki dirinya Srekkk Ametta memenutup matanya lebih rapat saat cahaya matahari dengan sempurna kini menyoroti dirinya yang masih tertidur "Came on, wake up, kau tahu jam berapa ini." ucap seseorang yang kini sudah memukul kaki Ametta menggunakan bantal, Ametta sedikit geram dan berusaha untuk mengumpulkan kesadaran nya meskipun matanya masih sangat berat untuk di ajak kerja sama. Bugh bugh bugh Ametta bisa merasaka kakinya terus di pukuli bantal berbulu angsa itu meskipun tidak menimbulkan rasa sakit tapi rasa jengkel yang kini tumbuh di hatinya. "oh god hentikan Alicia,kau mengganggu tidurku." geram Ametta kemudian kembali menarik selimut tebalnya dan memeluk bantal guling kesayangannya. "Ametta Sanders yang terhormat, kita hanya punya waktu setengah jam,untuk sampai ke studio pemotretan, dan sekarang kau masih tidur nyaman disini" kesal seseorang yang Ametta panggil dengan nama Alicia, ya perkenalkan dia adalah manager sekaligus teman dekat Ametta. "Batalkan saja, aku masih mengantuk." jawab santai Ametta membuat kepala Alicia benar -benar seakan mendidih.jika saja ini cerita dalam sebuah webtoon kalian bisa melihat kepala Alicia yang Kini mengeluarkan asap dan api "Kau ingin aku mati muda hah, cepat bangun.!" kesal Alicia yang kini kembali menarik selimut Ametta dan menarik lengan wanita itu agar terbangun "Arrghhhhb cia aku benar -benar tidak ingin bertengkar denganmu sepagi ini." "pagi, kau bilang pagi, ini sudah jam satu siang metta, jadi cepatlah sebelum ponselku kembali berdering dan menerima makian dari pihak LV" "Aku bilang batalkan saja" "tidak, kali ini tidak, kumohon aku benar -benar akan gila jika kau membatalkan janji mu lagi setelah ketiga kalinya dalam minggu ini, dan apalagi ini dengan pihak LV, apa kau sadar..?"gerutu Alicia "tidak, sepertinya aku memang belum sadar. Aku masih bermimpi" jawaba acuh Ametta yang masih membaringkan tubuhnya dengan nyaman "ya tuhan kumohon berikanlah garansi untuk umurku ini, aku bahkan belum menikah dan aku tidak ingin mati muda hanya karena mengurusi wanita gila ini."ucap Alicia yang sedang memohon pada tuhannya dan itu membuat Ametta menahan senyumnya karena berhasil membuat sahabatnya itu kembali kesal Drt drt drt Dan benar saja dugaan Alicia pihak LV kembali menghubunginya "kau lihat ini sudah kesekian kalinya mereka menghubungiku."kesal Alicia kemudian menjawab panggilan telponnya dan berjalan menuju balkon. Dengan sudut matanya Ametta bisa melihat raut wajah sedih yang Alicia tampilkan saat menerima telpon dari kliennya itu, ya tentu saja karena ulah dirinya, Ametta menatap langit -langit kamarnya, ini sudah seminggu berlalu setelah dirinya benar -benar putus dengan Sean, tapi hatinya masih terasa sakit jika mengingat kejadian pada malam Sean mengucapkan kata perpisahan di antara mereka. Dirinya tidak menyangka bahwa hubungan mereka benar -benar berakhir dan Ametta akan langsung di hadapkan dengan sebuah pernikahan yang akan di langsungkan kurang dari sebulan dari sekarang. Apakah dirinya akan benar -benar menikah dengan Billioner bernama James itu, ingatan Ametta langsung melayang saat dimana dirinya usai makan malam dengan James, "aku rasa dia memang sengaja melakukan itu" geram Ametta saat menyadari sesuatu hal pada malam itu terjadi. Bahkan James tahu jika Sean dan dirinya adalah sepasang kekasih, "ah Tentu saja dia tidak bodoh."lanjut Ametta menggerutu. "Ya Tuhan Ametta, kau masih tidur, kau benar -benar membuatku mati perlahan" teriakan Alicia membuat pemikiran Ametta buyar, Ametta melirik Alicia yang berjalan menghampirinya, Ametta mengubah posisi tidurnya kemudian memiringkan posisi tidurnya menghadap ke arah Alicia, bukannya menimpali perkataan Alicia , Ametta malah menanyakan sesuatu hal yang lain "cia apa jadwalku hari ini.?" tanya Ametta membuat Alicia menatap kearahnya sejenak sebelum kembali melirik pada ponsel yang dia pegang. "Jam 3 kau ada wawancara dengan Forbes, jam 5 menghadiri Bazzar dan jam____" "batalkan yang lainnya selain yang dua tadi" ucap Ametta yang kini sudah bangun dari posisi tidurnya dan membuka jubah tidurnya sebelum melanjutkan langkah ke kamar mandi, sedangkan Alicia dia diam menatap Ametta dengan tatapan membunuh. "Ametta mulai besok aku mengundurkan diri jadi managermu, kau cari saja____" "Gajih mu aku naikkan 2x lipat cia sayang" "I don't care aku tidak akan terpengaruh dengan suapan mu lagi" "kalau begitu tidak ada cara lain selain cara yang satu ini" ucap Ametta dengan tatapan menggoda pada Alicia membuat Alicia waspada, kira -kira rencana apa lagi yang sahabatnya itu rencanakan untuk membuat nya kembali gagal mengundurkan diri jadi manager Ametta, lagi pula siapa yang tahan mengatur seorang Model yang selalu se enaknya, meskipun gajih kalian sebanding dengan Gm di perusahan terkenal namun kalian juga akan kenyang dengan makian klien di saat seorang Ametta bersikap kekanakan dan rasanya Alicia tumbuh dewasa dengan makian kliennya itu ya dan semua itu dirinya harus berterimakasih pada sahabat terkasihnya itu. "aku tidak akan termakan rayuan mu lagi Metta" ucap Alicia malas dan berbalik menuju sofa yang berada di tengah ruangan "Aku akan mengirimkan foto felix saat beraktifitas sehari hari selama seminggu di saat dia tidur dan echemm mandi tentunya, bagaimna.??" tawaran Ametta membuat gerakan Alicia terhenti dan langsung berbalik menatapnya. Sedangkan Ametta melanjutkan kembali langkahnya menuju kamar mandi, "aku akan memberikan waktu sampai aku selesai mandi cia sayang, jika kau berubah fikirin." teriak Ametta dari dalam kamar mandi dan itu membuat Alicia mengacak rambutnya kesal dan merebahkan dirinya di sofa panjang. "dasar wanita sialan dia tahu bagaimana cara mengendalikanku," kesal Alicia sambil menendang -nendang udara dengan kakinya "terlalu sayang bukan untuk menolak foto -foto felix selama beraktifitas  seminggu" gumam Alicia yang sudah membayangkan bagaimana wajah tampan felix yang selalu tersenyum padanya, dan itu selalu berhasil membuat wajahnya memerah, lalu apa lagi yang Ametta janjikan tadi, Alicia mencoba mengingat perkataan Ametta "Oh god aku benar benar tidak bisa menolaknya lagi" pekik alicia tertahan saat mengingat janji Ametta akan mengirimkan foto felix saat dia mandi seketika wajah Alicia memerah seperti tomat, "aarghhh aku benar-benar bisa gila.!!!" histeris Alicia kembali sambil melompat lompat dan membenamkan wajahnya di bantalan sofa. Sedangkan Ametta terkekeh geli mendengar teriakan sahabatnya itu, Ametta merebahkan kepalanya sambil menikmati aroma terahapy dari busa sabun yang menutupi seluruh tubuhnya dalam bathup. oOo "kau akan kemana.?"tanya Alicia saat jadwal terakhir begitu saja selelai, ya seharusnya masih ada dua jadwal lagi yang harus Ametta lewati namun lagi -lagi sifat kekanakan nya muncul dan membatalkan semuanya, ya dan tentu saja membuat kepala alicia kembali mendidih "aku harus menemui calon suamiku tersayang cia" ucap Ametta sambil berjalan menuju mobil bugati kesayangannya di ikuti oleh Alicia, "kau akan pergi kekantornya.?" "entahlah, aku tidak tahu dia berada dimana sekarang" jawab Ametta acuh "Lalu__" " kau yang harus mencari tahunya cia sayang," potong Ametta membuat Alicia berdecak malas "kau selalu memberikanku tugas dadakan seperti ini, jika kau ingin menemuinya kenapa tidak kau beritahu aku sejak tadi siang, aku akan mencari tahu jadwalnya" kesal Alicia, lagi -lagi Ametta selalu memberikannya tugas seperi ini, padahal dia bisa menugaskan Alicia mungkin dua jam sebelumnya dan bukannya dadakan seperti sekrang ini "aku lupa cia," "alasan" kesal Alicia membuat Ametta kembali terkekeh, menggoda sahabat nya ini kadang menjadi obat tersendiri baginya di saat lelah atau suntuk anggap saja seperti mempunyai kucing peliharaan untuk melepas setres, itu yang Ametta fikirkan. "aku akan mempermudah pekerjaanmu kali ini, aku sarankan kau menghubungi sekertarisnya, namanya Carlos kau tau bukan," saran Ametta yang kini sudah memasuki mobilnya dan duduk di belakang setir, satu lagi yang harus kalian tahu seorang Ametta paling tidak suka memiliki supir pribadi, dia lebih suka mengendarai mobil kesayangannya ini seorang diri tanpa harus ada seorang supir, karena menurutnya ini lebih bebas, dirinya lebih bebas untuk pergi kemanapun dia mau. Alicia diam sambil menatap Ametta yang tengah bersip siap untuk melajukan mobil nya, "segera kabari aku jika kau sudah mendapatkan kabar tentangnya, dan satu lagi untuk bonusmu, besok kau boleh meliburkan diri cia sayang" setelah mengucapkan itu Ametta kemudian melajukan mobilnya secepat kilat, sedangkan Alicia dibuatnya ternganga. "hei wanita gila, kau bilang besok libur, besok jadwalmu padat Metta, bagaimana aku bisa libur..!!!" teriak Alicia gemas pada mobil yang kini sudah menjauh dari dirinya sedangkan Ametta terkekeh geli melihat Alicia yang mengamuk dari kaca spion mobilnya.. Ametta terus menyusuri kota Los Angles yang sudah menggelap, sambil sesekali bersenandung mengikut irama musik yang dia mainkan Drt drt drt Tidak lebih dari 10 menit Alicia sudah mengirimkan pesan dimana James berada, Ametta langsung menancap pedal gas dan melaju menunu kantor Walker's berada. Sedangkan di tenpat lain Tampak semua orang tengah serius memperhatikan James yang membahas tentang proyek barunya yang sudah berjalan selama setahun ini, ya dia  akan membangun sebuah hotel, yang lengkap dengan casino dan juga beberapa club di Las Vegas, James akan mengembangkan sayap Walker's samapai penjuru dunia dan pembangunan kali ini Sudah james pikirkan sejak dua tahun lalu, semuanya James persiapkan dengan matang dan sempurna "Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun dari pembangunan di LasVegas dan aku mau semuanya beres tepat waktu" ucap James membuat semua anggota rapat mengangguk dan menyetujui, ya dan hanya itu yang harus mereka lakukan karen James paling tidak suka jika rencana yang dibuatnya tidak sesuai dengan apa yang dia mau. "sorry miss, anda tidak boleh masuk, mr.walker sedang rapat" "apa kau tidak tahu siapa aku," "maaf miss tapi___" "Kau akan menyesal jika kau masih berusaha menghentikanku" Keributan yang terjadi diluar membuat James melirik ke arah Carlos yang duduk di samping kirinya, Carlos langsung mengerti arti tatapan yang James berikan dan langsung berdiri dari duduknya dan berjalan keluar ruang rapat. Carlos mengerutkan keningnya saat melihat Ametta tengah ditahan oleh salah seorang sekertaris James. "miss anda tetap tidak boleh masuk" "Kau__" "Lidya biarkan saja" ucapan Carlos membuat Ametta dan wanita bernama Lidya itu menoleh kearahnya "Kau dengar, akan lebih mudah jika kau membiarkanku sejak tadi" "Maaf miss" ucap Lidya sambil membungkuk dan kembali ke tempatnya bekerja. Sedangkan Ametta berjalan dengan gaya angkuhnya mendekat kearah Carlos. "Dimana james.?" "Tuan sedang____"Ucapan Carlos terhwnti saat Ametta mengangkat tangannya "potong gajih wanita itu karena sudah berani menghentikanku tadi, jadi dimana dia.?" ucap Ametta tanpa rasa bersalah "tuan sedang Rapat,apa ada masalah.?" jawab Carlos "Aku ingin bertemu dengan nya" "baiklah, mari saya antar anda keruangan" "tidak aku ingin masuk kesana."potong Ametta membuat Carlos menggaruk pelispisnya yang tidak gatal, jika dia membiarkannya, tuannya belum tentu akan menyetujui nya dan jika dirinya menolak singa betina ini Carlos sendiri yang akan habis dicakar olehnya. Kadang menghadapi seorang Ametta akan terasa lebih menyeramkan di bandingkan menghadapi tuannya sendiri pikir Carlos, untuk itu dirinya lebih memilih untuk membiarkan Ametta masuk kedalam ruang rapat. Brakk Ametta mendorong pintu ruang rapat membuat semua orang menatap kearahnya termasuk James, Ametta berjalan dengan acuh dan kemudian tanpa permisi duduk tepat disebelah James yang terdapat kursi kosong. Sedangkan James menatap dengan tatapan seakan berkata 'kenapa kau membiarkannya masuk' pada Carlos. Kemudian Carlos berjalan mendekat kearah James "Miss, Sanders yang memaksa tuan, maafka saya" "Kau lebih takut padanya"geram James "Saya memilih cara aman tuan, maafkan saya" ucap Carlos kemudian kembali menegakkan tubuhnya dan duduk di tempatnya semula sedangkan James berdecak kesal melihat tingkah sekertaris sekaligus orang kepercayaannya itu. "Kenap kalian diam, lanjutkan saja rapatnya, abaikan saja kehadiranku" ucap Ametta membuat seluruh anggota rapat saling berbisik, mereka tentu tau siapa wanita cantik yang tiba -tiba saja ikut dalam rapat penting mereka, siapa yang tidak Tahu seorang Ametta Sanders bukan, tapi pertanyaan mereka bagaimana dan untuk apa seorang model hadir tiba -tiba dalam rapat mereka. Kemudian Ametta menatap kearah James yang juga sedang menatap kearahnya "tidak bisakah kau menunggu di runganku" "aku tidak suka menunggu seorang diri apalagi di ruanganmu" jawab acuh Ametta membuat James mau tidak mau diam karena tidak ingin berdebat di depan semua bawahannya. "Carlos lanjutkan rapatnya" perintah James mebuat carlos kembali membuka kertas yang berada di tangannya "ada sedikit masalah dengan Hotel kita yang berada di Chicago sir, Adam smith kembali berulah." "Bereskan.!" jawab dingin james membuat semua orang anggota rapat menegakan kepala dengn raut takut, sedangkan Ametta hanya menaikkan sebelah halisnya tanda tidak mengerti, James menatap semua anggota rapat dengan tatapan tajam dan berakhir menatap Ametta yang juga tengah menatapnya "Aku sudah terlalu lama membiarkannya bermain main, jadi aku tidak ingin mendengar nama smith lagi Carlos"lanjut James "Baik sir" jawab Carlos "kalian tahu bukan, aku paling tidak suka ada bantahan, apalagi orang dalamku sendiri yang bermain main denganku, aku tidak segan segan menghabisi siapapun yang mengusik ketenanganku" ucap James membuat suasan ruang rapat berubah drastis seperti berada di kutub selatan, aura dingin yang James pancarkan membuat semua orang bergidik takut tidak terkecuali seorang Ametta karena James mengatakan kalimat panjangnya sambil menatap kearah kiri dimana tempat Ametta duduk. Kata -kata itu seakan Di tunjukan untuk dirinya sendiri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD