Bab 25

1146 Words

PERTIWI "Wi, kakek sudah mempersiapkan calon suami buat kamu." Baru selesai sarapan, kakek sudah mengatakan ini. Aku pun hanya bisa mengangguk. "Iya, kek." "Jadi persiapkan dirimu untuk pernikahan yang akan segera datang," tambah kakek. Aku mengangguk lagi. "Baik kek. Tapi sebelum menikah, bolehkah aku meminta satu permintaan?" "Boleh. Katakan saja." "Aku ingin mengobrol-ngobrol dulu dengan calon suamiku. Aku harus tau tentang dia dan dia harus tau tentang aku." Kakek angguk-angguk. "Kakek tidak yakin apakah kamu perlu melakukan obrolan untuk saling mengenal karena kalian kan sudah sering mengobrol dan saling kenal. Tapi kalau itu keinginan kamu, silahkan saja. Kamu bisa bicara kapanpun dengannya." Aku cukup terkejut dengan perkataan kakek yang bilang kalau aku mengenal pria itu d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD