Bab 24

1135 Words

WILSON "Tidak, kek. Aku tidak setuju kalau kakek melepaskan kepemimpinan perusahaan pada orang lain sekarang. Sekali lagi aku tekankan kalau kakek masih gagah, masih pintar, dan kakek masih mampu." Aku menegaskan pada kakek sekali lagi. "Terus bagaimana caranya agar kamu mau menikahi Pertiwi? Apakah kamu punya syarat lain?" Kakek tampak memelas. Rasa berhutang budi kakek pada kakeknya Pertiwi membuat hidupnya jadi tidak tenang. "Aku akan menikahi Pertiwi seperti keinginan kakek tanpa kakek harus melepaskan kepemimpinan perusahaan," jawabku kemudian yang membuat wajah kakek langsung berubah sumringah. "Benarkah?" Kakek masih membutuhkan penegasan atas jawabanku untuk menyakinkan dirinya tidak salah mendengar. "Iya. Aku akan menikahi Pertiwi seperti keinginan kakek." "Alhamdulilah....

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD