Bab 22

1100 Words

PERTIWI "Bagaimana tempatnya? Bagus?" tanya Wilson. Saat ini kami sedang berada di sebuah tempat yang bakal kami sewa sebagai tempat usaha nanti. "Bagus. Aku suka," jawabku. Wilson ini sangat bisa diandalkan. Dia bisa merealisasikan sebuah tempat yang ada dalam benakku. "Syukurlah. Kita tinggal tunggu Mas Aji datang." Mas Aji adalah arsitek yang akan merancang tempat makan seperti yang aku impikan. Sambil menunggu Mas Aji datang, kami duduk di sebuah bangku yang ada di bawah pohon. "Boleh aku tanya sesuatu tidak?" tanyaku pada Wilson. "Boleh. Tanya saja." "Kenapa kamu selalu mau membantuku? Padahal saat ini kamu lumayan banyak menguras tenaga dan pikiran untuk perusahaan yang sedang kamu bangun." Wilson menatap lurus ke depan. Keningnya mengerut seperti memikirkan sesuatu. "Karena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD