"Hmm gini deh sebelum kamu memutuskan Mama sama Papa mau kasih tau kamu satu hal," ucap Mama sambil menyenggol Papa yg sedari tadi membaca koran sambil menguping pembicaraanku dengan Mama.
"Kamu ingat dulu Mama dan Papa pernah memintamu untuk tidak memberitahu margamu kepada teman-temanmu," ucap Papa memulai lagi pembicaraan.
"Iya aku ingat," jawabku.
"Kamu juga pasti masih ingat kan? Waktu kamu dulu pernah di bully karena bentuk telingamu," lanjut Papa.
"Iya aku juga ingat tentang itu," jawabku lagi.
"Sebenarnya kamu harusnya bersekolah di salah satu Academy karena kamu adalah salah satu Peri, itu terlihat dari telinga runcingmu yang kamu sembunyikan di balik rambut panjang dan lebatmu," ucap Mama sambil merapikan rambutku kebelakang telingaku.
"Dan alasan kenapa Mama memintamu untuk tidak memberitahu margamu kepada teman-teman adalah karena marga Clarenza dan Renza adalah marga Peri tertinggi sehingga itu akan menyulitkanmu bersosialisasi," lanjut Mama.
Aku hanya terdiam kebingungan dan mencoba mencerna kata-kata Mama.
"Kamu tidak akan di bully, karena banyak Peri seperti kita di Academy, dan lagi Fairy Academy adalah Academy terbaik, mereka tidak mungkin membiarkan muridnya di bully," lanjut Mama menguatkan hatiku untuk mencoba masuk ke Fairy Academy.
"Ayolah, jika kamu mau ikut seleksi kemungkinanmu untuk masuk Fairy Academy itu besar, karena sihir adalah bakat alami Peri," lanjut Papa membantu menguatkan hatiku.
"Baiklah Ma, Pa tapi jika tidak masuk ngak masalah kan?" tanyaku meyakinkan diri.
"Tidak masalah, asalkan kamu sudah berusaha semampumu."
"Baik Ma, Pa,"
***
"Huft aku memang harus masuk ke Fairy Academy dengan teman temanku ya...," ucapku pada diriku sendiri.
"Ya sudahlah kalau memang ini jalannya, aku juga mau liat seperti apa Fairy Academy yang di impi-impikan semua orang," lanjutku.
***
"Hai Chloe, kamu sudah memberikan formulirnya kepada ortumu kan," tanya Crystal pada Chloe.
"Belum, aku lupa," jawab Chloe usil.
"Hehhhh, Chloe serius! Kamu udah kasih ke ortu belum, udah kan!?" tanya Lyra pada Chloe.
"Udah aku bilang belum ya belum," jawabku usil lagi.
"Kalau gitu berarti formulirnya belum di keluarin dari tas kan, sini aku mau liat kamu beneran lupa atau nggak!?" perintah Crystal kesal.
"Iya iya udah aku tandatangani kok," jawabku dengan senyum usil.
"Ih ngeselin, awas ntar aku bales," oceh Lyra gemas.
"Oh gitu," jawabku tertawa.
Kring... Kring...
"Pagi anak-anak," sapa wali kelasku.
"Pagi Bu."
"Ketua kelas, kumpulkan formulir dari Fairy Academy."
"Baik."
"Kumpulkan sesuai nomor urut ya."
"Baik bu."
***
"Baik anak-anak, kemarin saya mendapat pesan dari orang-orang Fairy Academy bahwa seleksi akan diadakan sepulang sekolah, sedangkan nomor seleksi akan di tempel di mading besok, silahkan dilihat pagi-pagi atau saat istirahat dan tempat seleksi akan ditempel bersamaan dengan nomor seleksi. Bagi yang menggunakan sihir memasak, peralatan sudah disediakan, untuk musik, alat musiknya membawa sendiri-sendiri. Lalu bagi peserta seleksi di perkenankan membawa HP untuk menghubungi orang tua, tetapi di titipkan di saya dan baru bisa diambil saat pulang sekolah. Mengerti?"
"Mengerti Bu."
.
.
.
Saat istirahat pertama...
"Ly, kamu besok mau menampilkan sihir apa?" tanya Crystal sambil membuka kotak bekalnya.
"Hm ... aku sih mau nunjukin sihir memasak. Kalau kamu Crys?" tanya Lyra.
"Aku sih pastinya sihir musik, cuma itu yang aku bisa dasarnya, yang lainnya aku angkat tangan," jawab Crystal sambil tertawa.
"Aku juga cuma bisa dasar sihir memasak, itu pun kadang-kadang bisa bikin dapur berantakan," timpal Lyra sambil tertawa.
"Kalau kamu sihir apa Chloe?" tanya Crystal kepadaku.
"Ntah, tergantung mood," jawabku datar.
"Memangnya kamu bisa sihir apa aja!?" tanya Crystal dan Chloe bersamaan saking bingungnya.
"Hmmm yang dasar atau yang sudah sampai tingkat?" jawabku masih dengan nada datar.
"Kalau yang dasar apa?" tanya Crystal.
"Alkemia," jawabku enteng
"Kalau yang tingkat?" tanya Lyra sambil menatap mataku.
"Tingkat berapa?" tanyaku.
"Tingkat satu," jawab Crystal cepat.
"Musik dan memasak." jawabku lagi.
"Kalau tingkat dua?" tanya Lyra.
"Bertarung dan pengendalian," jawabku mulai kesal.
"Wuihh hebat kamu bisa semua sihir," teriak mereka berdua.
"Bisa diam nggak!?," bisikku pelan sambil buru-buru menutup mulut mereka berdua.
"Kalian lupa kalau aku peri?" bisikku.
"Oh iya lupa," bisik mereka berdua.
"Kalian tau kan kalau ada anak lain yang tau aku peri aku bakal di apain?" tanyaku serius.
"Iya iya," jawab mereka.
"Ya udah lanjut makan yuk, pokoknya jangan teriak-teriak lagi sama jangan bongkar rahasiku," timpalku masih kesal.
"Iya iya," jawab mereka lagi.
"Pagi Crys," sapaku pada Crystal yang baru memasuki kelas.
"Pagi Chloe," balasnya.
"Kamu mau menampilkan sihir musik menggunakan gitar?" tanya Lyra setelah Crystal sampai ke tempat duduknya.
"Iya, aku sudah berlatih semalaman," jawabnya.
"Kalau kamu mau membuat apa nanti?" tanya ku apa Lyra.
"Aku mau buat kue spesial, liat saja nanti, aku bagi kok ... Aku tau kalian suka kue," jawabnya sambil tersenyum.
"Ok," jawabku dan Crystal bersamaan.
"Kamu jadinya mau menampilkan sihir apa?" tanya Lyra pada Chloe.
"Kayakya sihir pengendalian, karna aku paling bisa itu," jawabku.
"Oh begitu Bagus lah kamu sudah memikirkannya," timpal Crystal.
"Kalian mau melihat nomor seleksi sekarang atau nanti saat istirahat kedua?" tanyaku.
"Nanti saja, sekarang terlalu ramai," jawab Lyra.
***
Saat istirahat kedua...
"Chloe, Crys ke mading yuk, kayaknya sudah agak sepi dari tadi pagi," ajak Lyra. "Yuk," jawabku.
Sesampainya di mading, ternyata masih banyak anak yang belum melihat nomor seleksi, tetapi tidak seramai tadi pagi.
"Crys, Ly itu ada pemberitahuan lagi," ucapku sambil menunjuk sebuah kertas bertuliskan
-------------------------------------------------------------
PENGUMUMAN
Bagi setiap anak yang mengikuti seleksi beasiswa Fairy Academy. Kami informasikan bahwa seleksi akan diadakan selama dua hari. Semua siswa yang mengikuti seleksi wajib mengikuti pengarahan yang diadakan setelah pulang sekolah. Pengarahan akan dipimpin oleh guru dan siswa dari Fairy Academy di lapangan bawah. Disana juga akan dibagikan name tag untuk seleksi.
Berikut persyaratan umum seleksi :
- Durasi seleksi 10-30 menit tergantung jenis sihir.
- Diperbolehkan menunjukkan lebih dari satu jenis sihir.
- Bagi sihir memasak dan musik boleh menampilkan lebih dari satu masakan/musik.
-------------------------------------------------------------