TIGA - PERSIAPAN SELEKSI

927 Words
Saat sudah sampai kelas. "Hmm sia-sia deh capek-capek bawa alat musik, ternyata kita kenanya yang hari kedua," oceh Crystal. "Hm kalian mau ke rumahku hari ini? Sekalian latihan di rumahku, biar bisa tau apa yang kurang," usulku. "Boleh, boleh." sahut Crystal dan Lyra. "Aku pinjam bahan di dapurmu, boleh kan???" tanya Lyra. "Nggak," jawabku usil. "Lah terus aku latihan gimana?" tanya nya lagi. "Ish jangan potong orang kalau lagi bicara dong, aku tuh mau bilang NGAK MUNGKIN NGAK BOLEH," jawabku. "Hm keluar deh usilnya." "Biarin," ucapku sambil tertawa. . . . Saat pulang sekolah, kami segera mengambil HP di wali kelas. "Ke kantin dulu yuk, setengah jam lagi kita mesti ngumpul juga," usulku. "Ok, aku juga mau ngabarin sopir sama ortuku kalau aku mau ke rumahmu," jawab Crystal. "Aku juga," jawab Lyra. . . . "Hai semuanya, kami dari Fairy Academy yang akan menyeleksi kalian, dua hari yang lalu kami membawa empat puluh orang untuk menyampaikan pemberitahuan yaitu orang orang per kelas. Sekarang kami membawa seratus orang, yaitu yang sedang berdiri di belakang saya sekarang. Agar lebih cepat saya membagi penyeleksian menjadi dua puluh menurut kelas kalian, kami akan memakai kelas kalian sebagai tempat untuk menyeleksi, tentu saja dilapisi sihir agar bangunan ini tidak retak bahkan sampai runtuh. Setiap sihir di nilai oleh orang yang berbeda. Setiap kelas memiliki lima orang yang menguasai lima sihir yang berbeda untuk menilai kalian. Seperti yang sudah ditulis, seleksi akan dilakukan selama dua hari karena terlalu banyak murid yang ikut sehingga tidak memungkinkan hanya satu hari. Setelah ini perwakilan FA yang datang kemarin akan membagi name tag sesuai kelas yang mereka datangi, disitu hanya tertera nama dan kelas, sedangkan sihir, dan tingkatan kalian isi sendiri. Terima Kasih dan selamat siang," ucap Kepsek FA panjang lebar. Setelah kami mendapat name tag kami langsung pulang. *** Di rumahku... "Chloe, rumahmu besar yaaa," kata Crystal terkagum-kagum. "Ya begitulah," jawabku. "Ma, Pa aku pulang! Aku bawa teman-temanku," teriak ku dari pintu depan sambil membuka sepatu. "Iya Chloe," teriak Mamaku dari ruang tengah. Setelah selesai membuka sepatu aku mengajak teman-temanku untuk ke ruang tengah. "Ma, aku mau ijin bawa temanku ke kamar, aku mau latihan buat seleksi, ternyata seleksi nya dua hari dan kami bertiga kebetulan dapat di hari kedua," jelasku kepada Mamaku. "Tentu saja Mama mengijinkan lagi pula kamu belum pernah membawa teman ke rumah, hm ini Lyra dan Crystal yang pernah kamu ceritakan itu?" tanya Mamaku. "Iya, Ma nanti Lyra mau pinjam dapur beserta isinya buat latihan sihir memasak," jelasku lagi. "Silahkan, kalau mau pakai studio di lantai 3 juga boleh asal jangan lupa pakai pelindung sihir yaaa," jawab Mamaku. "Ok Ma makasih, aku naik dulu ya," ucapku senang. "Iya," jawab Mamaku. *** Di kamar... "Chloe, kamu jadinya mau nunjukkin sihir apa? Tadi kan dibolehkan menunjukkan lebih dari 1 sihir," tanya Crystal. "Entah, yang pasti pengendalian," jawabku. "Hmm mau sihir memasak atau musik dulu nih," tanyaku pada mereka. "Masak aja deh, aku udah lapar," jawab Crystal tanpa malu-malu. "Ok, kalau gitu aku ganti baju dulu ya, kalian pinjam saja dulu bajuku, besok kan kita harus pakai ini lagi," usulku. "Sip," sahut mereka berdua. *** Di dapur... "Wihhh peralatan dan bahannya lengkap ya di dapurmu," puji Lyra sambil melihat-lihat isi dapur. "Iya, soalnya keluargaku jarang makan diluar," jawabku sambil mengikat rambut. Kalau di sekolah aku tidak mengikat rambutku tapi kalau di rumah aku selalu mengikatnya agar rapi dan tidak kepanasan. "Hm kami liat dari sini ya," ucapku sambil menarik salah satu kursi meja makan, dan Crystal pun mengikutiku. "Aku siapkan bahan-bahannya dulu ya," Lyra bergaya seolah seorang chef. "Ok, aku nyalakan pelindung sihirnya sekarang ya," ucapku memberitahu Lyra. Setelah bahan-bahannya siap, dengan lincah Lyra mengaduk semua bahan menjadi adonan berwarna coklat lalu memasukkannya ke loyang berbentuk persegi, setelah itu dimasukkannya di oven. "Ok, bentar lagi jadi siap-siap rasakan kenikmatan kue buatanku," seru Lyra senang karena kuenya hampir jadi tanpa membuat kesalahan. "Iya iya pokoknya aku kenyang, aku udah kelaperan banget nih," oceh Crystal. *** "Ok kuenya jadi," sahut Lyra. Tanpa basa-basi kami segera meahao kue tersebut. "Jadi gimana rasanya?" tanya Lyra setelah kuenya habis. "Enak," jawabku dan Crystal kekenyangan. "Kalau cara pembuatannya?" tanya Lyra lagi. "Bagus sih tapi masih terlalu lama mengaduknya harusnya lebih cepat lagi, terus oven nya juga kelamaan harusnya derajatnya ditingkatkan dan waktunya dikurangi, biar waktu memasakmu tidak terlalu lama," saranku. Crystal hanya manggut-manggut mengiyakan. "Ok makasih sarannya," ucap Lyra. "Naik yuk ke studio," ajakku. "Ayo," jawab Crystal tampak tidak sabar. "Wih alat musiknya lengkap banget," puji Crystal. Lalu Crystal memainkan salah satu alat musik, permainan musk Crystal sangat bagus. Musiknya terdengar Indah dan berwarna-warni. *** "Bagus banget," teriak Lyra setelah Crystal selesai memainkan alat musiknya. "Iya Bagus banget," pujiku mengiyakan kata-kata Lyra. "Tapi, temponya kadang salah, walau ngak terlalu kedengaran sih tapi karena jurinya itu orang FA pasti menyadarinya dan kadang-kadang kamu kewalahan sama lagunya, kenapa ngak pilih yang gampang aja?" lanjutku. "Wah ketahuan ya kalau aku kewalahan, Chloe emang hebat banget ya," jawabnya. "Ngak usah ngalihin pembicaraan," ocehku kesal. "Iya iya, ngambeknya muncul kan ... Iya aku ambil lagu yang susah karena aku suka lagunya," jawabnya pasrah. "Hati-hati pengendalianmu masih buruk untuk lagu ini," kataku memperingatkan. "Ya udah yuk ke kamar Chloe lagi, auranya udah agak nggak enak," usul Lyra. "Yuk," jawab Crystal.  *** "Hmm baru jam setengah empat, aku pulang jam lima aja deh," kata Lyra. "Aku juga," Crystal mengiyakan Lyra. "Mau main kartu?" usulku. "Boleh," jawab mereka berdua. Kami bermain sampai jam 16.50 lalu mereka berdua menelpon minta jemput ke rumahku dan menyebutkan alamatku, tak lama kemudian mereka pulang. "Ya sudah aku pulang dulu ya Chloe," ucap teman-temanku. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD