"Bagaimana Pak?" Pertanyaan dokter menyadarkan Horizon dari lamunan. Dia sedang mencoba berpikir, suami macam apa dia yang gak tahu dengan pertanyaan yang diajukan oleh dokter barusan. "Hemmm ... saya sih kurang tahu, dok. Karena, istri saya jarang membuka hal-hal seperti itu ke saya. Ya, apalagi kerjaan saya yang kadang keluar kota." Alasan terbesar Horizon pun, akhirnya diungkapkan dengan rasa bersalahnya. Dokter Hermawan tersenyum. "Baiklah, Pak, tidak masalah. Saya akan mencoba memeriksa keadaan Ibu terlebih dahulu. Setelahnya, kita akan simpulkan." Horizon mengangguk, "baik, dok." Dia mempersilahkan dokter Hermawan untuk memeriksa Sauna yang masih tertidur dengan nyenyak. Mengeluarkan stetoskop dan alat pengukur tekanan darah, pun dokter Hermawan lakukan. Dengan sangat hati-hati

