bc

Sepenggal Makna : Kekasih Bayangan

book_age16+
0
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
tragedy
comedy
twisted
sweet
humorous
heavy
cheating
first love
surrender
like
intro-logo
Blurb

Jadi kekasih bayangan itu sama sekali tidak menyenangkan. Menyakiti hati seseorang juga bukan sebuah prestasi. Terlepas dari siapa sebenarnya yang menyakiti dan disakiti, siapa yang salah dan siapa yang benar, harusnya kita sama sama menyadari bahwa sebelum memutuskun untuk memulai kisah cinta sadarilah ada konsekuensi yang mungkin menyakitkan.

chap-preview
Free preview
Kala Kita Masih Sejauh Jakarta-Taiwan.
"Ci, lg apa?" chat Manda, terbaca dari notification bar. Sengaja tak ku buka chatnya karna aku sedang mengerjakan tugas bahasa mandarin. "Lg sibuk ya?, boleh telpon gak?" chat Manda berikutnya, masih tak ku hiraukan. Dan benar saja, tiba-tiba dering telpon via w******p memaksaku untuk mengangkatnya.. "Haloo, sorry gw lg ngerjain tugas mandarin, ada apa??" jawabku "kebetulan, ajarin aku sekalian dong, gapapa kan??" Pinta manda dengan nada memelas kasih. "Emang lu udah sampe mana?, gw lg di lesson 5" "Sama gw juga lesson 5, ajarin ya? Aci kan baik, ya ci ya?? , please!!!.." pintanya lagi sedikit merayu. "Yaudah ayok sekalian". Jawabku mengabulkan permintaannya. Kita saling mengenal belum lama, kira-kira semenjak dua bulan yang lalu ketika aku memutuskan ikut program magang ke Taiwan, dan rupanya Manda juga ikut program yang sama. Semenjak itu Manda sering ngechat gw, dia panggil gw Aci, itu nama mandarin gw, lebih tepatnya nama Pemberian dari tutor bahasa mandarin, yang ejaan aslinya adalah Ají(**). Sedangkan nama mandarin dia adalah Siaoman, atau dalam ejaan aslinya Xiǎo màn (**), tapi gw lebih nyaman panggil dia Manda. Jujur Manda bukan cewe yang masuk type gw secara fisik, cantik enggak, body goal juga enggak. Bahkan gw sempet illfeel karna gw ngrasa dia kyk lagi deketin gw dengan modus minta ajarin bahasa mandarin, karna setiap gw ladenin pasti ujung-ujungnya ngobrol dan topiknya melebar kemana-mana. Tapi itulah yang bikin gw ngrasa enak ngobrol sama dia, karna dia open minded, dan gw suka orang yang open minded. Seolah dia ngerti apa yang gw omongin yang kebanyakan orang gak bisa ngerti. Singkat cerita gw dan Manda makin akrab. Kita makin sering ketemu. Tapi gw tau faktanya kalo manda punya cowok. Dan itu bukan masalah, karna gw juga nganggep dia cuma temen, gak lebih, dan gw gak punya rasa sedikitpun. Dan akhirnya kita akan brangkat ke Taiwan sebagai mahasiswa magang. Dari bandara Soeta, gw dan peserta magang lain udah kumpul, cuma Manda yang belum keliatan. Jam keberangkatan masih longgar. "Aci!".. Teriak Manda sambari nyamperin gw yang lagi duduk dengan gaya resah, clingak clinguk sdi ikuti sepasang Pria dan Wanita paruh baya, itu papah mamahnya. "owh ini Aci.." sambut papah mamahnya sangat hangat. Sontak aku berdiri dan menyalaminya. Aku sedikit kaku dan tak mengira mereka tau namaku, mungkin manda sesekali suka bercerita tentangku. "Ci, ini koper ku yang aku titip ya, banyak banget barang aku" kata manda sembari menyodorkan satu koper volume sedang berwarna pink. Seperti cewek pada umumnya, selalu punya banyak barang melebihi kebutuhan di banding cowok. "gmana? Barang kamu masih aman gak di tambah punya Manda" Tanya papahnya Manda memastikan barang bawaan semua aman masuk bagasi. "Aman om, bawaan saya gak banyak kok, cuma satu koper" jawabku dengan nada smiling voice. "Oo, syukurlah kalo gitu, cowok mah simple ya, liat Manda, Tiga koper yang dua koper gede gede begitu, repot juga nanti bawanya itu." balasnya dengan heran melihat bawaan anaknya sendiri. "tenang om nanti saya bantuin kok" jawabku lagi. "Makasih ya mas Aci, maaf lho si Manda jadi ngerepotin" balasnya lagi. "ah enggak ngerepotin kok om, gapapa kok, hehehe" "Manda, inget, kamu pergi jauh ke negri orang, harus bisa jaga diri baik-baik, jangan gampang percaya sama orang apalagi orang asing, Mas Aci juga ya, saya titip Anak saya, kalo Manda aneh-aneh tolong di ingetin, tegur aja." sambung memberi wejangan layaknya orang tua yang sayang dengan anaknya. "Siap om,, hehehe" jawab singkat dengan sedikit tawa kaku. Dari yang kulihat, papahnya orang yang sangat formal, mulai dari gaya bicara sampai caranya berpakaian. Sepertinya, Profesinya bukan kacangan. Jam keberangkatan sebentar lagi dan kita harus segera check-in. Orang-orang berpeluk sendu dalam rangka berpamitan, melambai tangan sembari menuju gate keberangkatan. Bagiku waktu itu, hanyalah momen biasa, yang akan terus berulang, pun aku hanyalah seorang diri, tak ada objek untuk di pamiti secara langsung, hanya dari text, kepadan orang tua dan beberapa kerabat. "mamah, aku berangkat sekarang, dari jakarta, doain selamat sampai tujuan" pamitku via pesan w******p. Dan segera beralih ke mode pesawat tanpa menunggu balasan. Tak lupa aku berpamitan dengan orang tua Manda sebagai tanda hormatku. Gw dan Manda memang sudah akrab. Tapi bukan berarti dekat, ntahlah menurut Manda kita dekat atau apa. Dari yang kurasakan, Manda memang ada percobaan buat deketin gw, dekat dengan arti yang kebih. Terlihat dari dia yang seringkali manggil gw babe. Tapi gw gak mau berspekulasi untuk mengartikan sikapnya ke gw. Pun barangkali memang benar dia anggep gw lebih, gw gak mau memberi celah sedikitpun. Gw gak mau dekat dengan siapapun. Gw nyaman sendiri, dengan sepi, gaada beban perasaan. Gw dan Manda emang akrab, tapi masih sejauh Jakarta-Taiwan. Dengan mata terkatup, ku tarik nafas dalam-dalam, ku lepas perlahan. Aku sangat antusias, tak sabar untuk menghirup udara baru di negri orang. Sampai jumpa Indonesia. -To be continue-

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
28.8K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
3.6K
bc

Claimed by my Brother’s Best Friends

read
793.3K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
569.2K
bc

Dominating the Dominatrix

read
53.3K
bc

The Lone Alpha

read
123.5K
bc

Remarried Again: My Husband's Brother.

read
7.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook