28

1389 Words

“Cincin Azure. Salah satu relik peninggalan Penyihir Edon.” Loren dan Abel mendengarkan penjelasan Baron Sager. Lelaki bertubuh tambun itu tampak percaya diri memamerkan cincin dalam kotak sutra yang kini tergeletak di meja. Sedari awal kedua mata baron berbinar cerah, seolah menanti pujian dari kedua orang yang duduk di seberang meja, dan menanti harga atas jerih payah. “Benar-benar milik penyihir Edon?” Loren tidak sungkan memperlihatkan keraguan. Hanya karena mengenal baik tabiat Baron Sager, dia bersedia mengajak Abel mengunjungi kediaman Sager. Bisa saja dia mengundang Baron Sager, tetapi di istana semua dinding bertelinga. Lebih baik waspada kegiatan Loren jangan sampai ke telinga Vlad maupun Elias. “Bukankah seharusnya semua peninggalan Penyihir Edon hancur?” “Yang Mulia,” Baron

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD