Aku menghela napasku penuh syukur, baru saja dokter Ghandiㅡdokter yang memeriksa Arkanㅡselesai memeriksa putraku. Kondisi Arkan sudah membaik, dan hari ini aku bisa membawanya pulang. Dokter Ghandi masih berdiri di hadapanku, membuatku bingung dengan tingkahnya beberapa hari ini. Laki-laki yang kuperkirakan usianya seumuranku denganku ini, menampilkan senyum lebarnya. Ia seperti tidak mau beranjak barang sedikitpun dari hadapanku. Padahal, diagnosis hasil pemeriksaannya sudah selesai ia sampaikan padaku. Empat hari Arkan dirawat di rumah sakit, Dokter Ghandi selalu mengunjungi putrakuㅡmaksud dari kata mengunjungi di sini, bukan mengunjungi sebagaimana kewajibannya sebagai dokter, melainkan mengunjungi dalam bentuk menjenguk. Dokter yang kuketahui bernama lengkap Ghandi Abdul Malik ini, k

