Bab 7

1301 Words

"Anak itu..." Laki-laki yang berstatus sebagai mantan suamiku itu, tampak sengaja menggantung ucapannya. Matanya masih menatap lekat wajah putrakuㅡputra kami. "Anak itu ... mirip denganku? Em, apa waktu kamu hamil, kamu terlalu mencintaiku, makanya anak haram itu memiliki wajah yang mirip denganku?" Dia bertanya dengan nada mengejeknya. Sudah. Sudah cukup, sudah cukup empat tahun ini membuktikan kalau mantan suamiku itu tidak lagi memiliki hati. Mulutnya itu lagi-lagi mengatakan anak haram, padahal baru sedetik berlalu ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana wajah anak yang dikatainya haram. "Mas..." aku menarik napasku dalam-dalam, mencoba meredakan isak tangisku. "Mas, kamu memang sudah tidak memiliki hati lagi. Bagaimana bisa kamu berkata kalau putra kita anak haram, s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD