Tiga hari menganggur, ternyata membuat uang hasil gajiku beberapa hari yang lalu cepat menipis. Sampai detik ini, aku belum mendapat pekerjaan lagi. Sisa uangku tidak akan cukup untuk tujuh hari ke depan, itu artinya aku harus segera mencari pekerjaan. "Unda."Arkan menarik ujung baju yang kukenakan. "Iya, Arkan lapar?" Tanyaku seraya berjongkok mensejajarkan tinggiku dengan tinginya. Arkan menggeleng, tidak lupa dengan senyum malu-malunya. "Adi an Akan ayu akan, aca dah apal agi?" Tadi kan Arkan baru makan, masa udah lapar lagi? Katanya yang membuatku terkekeh gemas, aku menghujani wajahnya dengan beberapa kecupan, membuat senyuman malu-malunya berubah menjadi kekehan halus. "Pangeran Bunda kok makin gemesin ya? Jadi pengen nyium terus," kataku seraya mengecup beberapa bagian wajahny

