“Keadaan Nona Do sudah membaik, dan bisa pulang hari ini juga. Hanya saja saya berpesan agar nona Do tidak terlalu memikirkan sesuatu sampai terbawa pikiran, karena hal itu bisa memicu stress dengan mudah,” seorang dokter muda berpesan. Hana mengangguk, gadis itu sempat melirik ke arah Lee Yeol yang berdiri tidak jauh darinya dengan ekor mata. “Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu,” sang dokter berpamitan. Tersisa Lee Yeol dan Hana di ruangan tersebut. Lee Yeol berdeham beberapa kali, melirik sekilas ke arah si gadis sebelum berniat untuk beranjak dari ruangan tersebut. “Aku akan mengurus administrasi dulu, kau tunggulah di….” “Kau mau kabur ke mana? Kau bilang akan mengatakan semuanya kemarin. Pun dengan barang-barang yang ada di kotak itu, kau pasti tahu sejarahnya bukan?” potong

