Sekembalinya Hana dan Lee Yeol dari rumah sakit, keduanya dikejutkan dengan keadaan rumah yang sudah seperti kapal pecah. Barang-barang berantakan, bercecer di mana-mana. Beberapa kursi terbalik pun dengan laci-laci yang terbuka. Hana dan Lee Yeol saling pandang, keduanya lalu berlari ke arah tangga menuju kamar. “Sial!” umpat Lee Yeol begitu laptop miliknya yang ada di atas meja sudah raib, hilang entah kemana. “Barang-barang ku aman, bagaimana denganmu?” Hana muncul dari belakang. Tidak ada sahutan, Lee Yeol sibuk dengan ponselnya sendiri. Pria itu tengah berusaha menghubungi seseorang. “Halo, aku ada pekerjaan buatmu.” Setelah mengatakan hal itu, Lee Yeol melangkah keluar. Ia bahkan tidak mempedulikan Hana yang sudah sejak tadi mengekori dirinya. “Kau mau ke mana?” tanyanya saat

