" Tian, aku---" Hujan gerimis kemudian perlahan membasahi mereka dan bersamaan menatap ke langit yang kini nampak semakin kelam tersebut. " Tian, hujan..." ucap Gina panik dan langsung beranjak dari duduknya. Begitupun Bastian yang dengan sigap dan cekatan langsung membereskan karpet, selimut tipis dan juga matras yang mereka gunakan tadi dengan bantuan sang istri. " Hujannya makin deras!" seru Gina pada Tian yang malah nampak biasa saja. Setelah memasukkan barang bawaan mereka, dan masih berdiri di bawah tenda teduhan kecil tepat di pintu van miliknya, Tian lalu melepaskan jaket yang ia kenakan dan kemudian juga membantu Gina untuk melepaskan jaketnya. Dan meski heran dengan apa yang Tian lakukan, namun akhirnya ia pasrah saja tanpa banyak bertanya. Gina yang kini ingin masuk ke dal

