61| Memecah Keheningan

1031 Words

MENGEMUDIKAN mobil pada malam hari bersama dengan Derren, tak pernah semenakutkan ini. Biasanya, ia akan menjahili cowok tampan berkacamata itu jika tengah fokus dengan jalanan. Atau mengeluarkan suara berisiknya hanya untuk sekedar memecah keheningan. Tidak dengan kali ini, berada ditempat yang tidak besar dengan posisi yang cukup dekat, berhasil melemahkan seluruh syaraf yang berada di tubuhnya. Bahkan kini, mulut yang biasanya tak bisa diam itu terlihat terkatup rapat. Berkali-kali ia melampiaskan kecemasannya dengan menggigiti bibir bawahnya kencang, membuat luka yang cukup dalam. Sengaja, barangkali ini semua hanya mimpi, jadi membangunkan dirinya dari tidur panjang ini adalah satu-satunya cara yang bisa Nasya lakukan untuk menghilang sekarang juga. Kedua telapak yang berkeringat i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD