Setelah selesai Atma mengambil belanjaannya dan berjalan ke arah mobilnya lagi. Tapi tiba-tiba di dalam benaknya Atma muncul nama Pra. Ya, mungkin Pra bisa menjadi tempat curhatnya saat ini. Maka tanpa ragu Atma langsung melajukan mobilnya ke rumah Pra. Tiga puluh menit perjalanan yang sungguh lama itu akhirnya membawa Atma ke rumah Pra. Berdiri ia disana, di depan pintu rumah Pra sambil mengetuknya berkali-kali. Tak lama, Pra muncul. Membukakan pintu dan mempersilakan Atma masuk seperti biasanya, seperti yang sudah-sudah. "Ada apa, Mas?" Pra bersuara tapi Atma hanya diam, pikirannya berlarian kemana-mana. Saking banyaknya yang sedang ia pikirkan sampai membuat Atma bingung hingga tak mengatakan apa-apa. "Kenapa mas?" tanya Pra yang masih menatap Atma. Dari sorotan mata laki-laki itu P

