28. Pernikahan Kedua

1030 Words

Kala terbangun dengan kondisi yang masih sama, lemas. Selang infus di tangannya masih menempel, terkadang terasa nyeri. Ah iya, jangan lupakan lebam di pipinya yang sampai saat ini masih terasa sakit. Kala mengerjapkan matanya, menatap sekitarnya dan mendapati Atma yang berada di sampingnya sedang terduduk namun dalam keadaan tidur. Tapi saat ini yang ada di ruang rawatnya bukan cuma Atma karena Kala bisa melihat oragtuanya dan orangtua Atma juga sedang tertidur di sofa yang disediakan. Clekk Suara pintu terbuka, mengalihkan pandangan Kala. "Hallo, mbak." Ya, Lingga berdiri di sana dengan senyum di bibirnya. Kala tak menanggapinya, ia mengarahkan pandangannya ke jam dinding yang ada. Pukul sudah menunjukkan jam empat pagi dan Lingga tiba sepagi ini. Lingga masuk ke dalam dan perlahan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD