27. Pernikahan Kedua

1189 Words

Atma keluar dari ruangan Kala dengan ekspresi wajah yang tak bisa ditebak dan itu membuat Pra bingung. Pra menghampiri Atma dan duduk di sampingnya sambil memberikan segelas kopi yang ada di tangannya. "Minum mas," ucapnya dengan seutas senyuman. Atma menatap Pra sebentar lalu mengambil gelas kopi itu, "terima kasih." Ucapnya lirih sambil menyesap kopi yang dingin itu. "Bagaimana dengan keadaan Kala mas? Dia pasti sedih sekali." Ucap Pra sambil menepuk bahu Atma pelan. "Kala baik-baik saja, dia sudah tidur sekarang." Kata Atma mencoba menenangkan Pra karena jika dilihat dari raut wajah wanita itu Atma seperti membaca kecemasan yang sedang Pra rasakan. Saat ini, mungkin saja Pra merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Kala dan Atma. Maka dengan itu Atma mencoba menangkannya, bagaima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD