Kala kembali masuk rumah sakit setelah pingsan akibat tamparan di pipinya. Atma dan Pra berharap cemas sambil menanti dokter yang memeriksa Kala keluar dari ruangan IGD. "Pak Atma, kandungan Kala memburuk bahkan detak jantung bayinya melemah pak. Kalau kondisinya seperti ini terus itu akan mengancam nyawa Kala dan mau tidak mau kami harus melakukan tindakan *kuretase." Jelas dokter yang berada di hadapan Atma. Atma yang mendengar itu sontak kaget dan lemas. Tatapannya menatap dokter tersebut n amun pandangannya kosong. Ia menyesali perbuatannya pada Kala, Ia mengutuk dirinya berkali-kali. "Saya akan ke dalam lagi untuk memeriksa keadaan Kala ya pak." Pamit dokter itu yang kembali masuk keruangan IGD. Atma terduduk di bangku ruang tunggu rumah sakit, tangannya mengemal keras sekali se

