Kala baru saja selesai memasak makanan untuk Atma saat pukul sudah menunjukkan angka tujuh lewat tigapuluh menit dan Atma belum juga kembali ke rumah. Tak apa, tak masalah. Kala sudah terbiasa dengan keterlambatan Atma pulang ke rumah apapun alasannya dari pertemuan dengan klien hingga...... Hingga pertemuan dengan Pra. Bukankah seharusnya seperti itu? Sebuah hal yang dilakukan berulang-ulang pasti akan membuat terbiasa, begitu juga dengan sikap-sikap Atma. Kala menarik napasnya sebelum ia melangkahkan kaki menuju kamarnya untuk mandi. Hari ini sungguh melelahkan karena Kala diharuskan untuk ke kampusnya mengurusi perihal cutinya. Sebetulnya, Kala merasa baik-baik saja dengan kehamilannya dan tak merasa jika kuliahnya akan menganggu hal itu. Hanya saja, orang-orang disekelilingnya begitu

