8. Tuduhan

996 Words
Edo langsung tertampar dengan ucapan Eline, Mommy-nya, bagaiman tidak ucapan Eline memang sangat menusuk. Ya dia baru ingat dengan Diska, wanita yang tinggal menghitung hari akan dia persunting. Tapi semua gagal, karena Edo sudah menikahi Lita. Saat memutuskan menikah dengan Lita, Edo sama sekali tidak memikirkan perasaan Lita. Lita juga kaget, dia baru tau jika Edo beberapa hari lagi mau menikahi wanita lain. Secara tidak langsung Lita sudah merebut Edo dari wanita itu, kalau Lita tau Edo akan menikahi wanita lain dia pasti akan menolak dengan keras tidak perduli apa yang akan terjadi kedepannya. Tapi apa, Edo tidak mengatakan apapun padanya. Seakan Edo masih single, bukan pacar, suami, tunangan tau calon suami orang. Melihat tatapan mereka, Lita merasa mereka tidak mrnginginkan kehadirannya. "Maaf Mom, Edo terpaksa menikahi Lita Mom. Dan saat menyetujui menikah dengan Lita, Edo seakan melupakan perasaan Diska." Dan sekarang Edo baru memikirkan perasaan Diska dan keluarganya, entah Edo masih sanggup atau tidak menatap mata Diska dan Andre calon mertuanya setelah ini. "Terpaksa? Apa maksudnya?" tanya Almeera penasaran. "Ya pernikahan kami memang terpaksa, maaf gara-gara saya semua jadi runyam seperti ini," ujar Lita, setelah dari tadi hanya diam akhirnya mengeluarkan suaranya. Dia tidak mungkin terus diam, sementara Edo yang di salahkan oleh keluarganya. Padahal Edo hanya berniat membantunya, malah di paksa menikahinya. "Edo jelaskan semua," titah Eline. Edo langsung menjelaskan semua pada Eline dan semua keluarganya, dari awal hingga akhir tanpa ada yang di tutupi oleh Edo. Mendengar penjelasan Edo, keluarganya jelas kaget mendengar insiden yang di alami Edo hingga harus menikahi Lita. Mereka juga banyak yang menduga, Lita sudah menjebak Edo agar Edo mau menikahinya. "Kamu menjebak Edo agar menikahi kamu? Dengan merencenakan insiden penggerebekan itu, semua tau siapa kamu. Kamu kan sepupu Lita, bukan nggak mungkin kamu licik seperti Difa yang melakukan apapun agar mendapatkan apa yang kamu mau. Kamu pasti menjebak Edo karena Edo kaya kan? Sebutkan saja berapa uang yang kamu mau, saya akan berikan asal kamu mengakui kalau kamu sudah menjebak Edo," tuduh Eline. Eline tau siapa Difa, kan waktu Edo membongkar kejahatan Difa Eline ada di sana. Lita sangat sakit hati mendengar tuduhan Eline, semurahan itukah dia sampai merencanakan semua untuk menjebak Edo? Dan karena uang, untuk apa Lita tidak begitu peduli dengan uang dan kekuasan. Edo kaget, kenapa Mommy tega menuduh Lita seperti itu. Edo sudah menyelidiki semua, dan Lita memang sama sekali tidak menjebaknya. Menikahi Lita juga kan keputusan Edo, walau di paksa orang warga yang telah menggrebek mereka. "Maaf, Nyoya Eline yang terhormat. Saya tidak pernah merencanakan semua itu, untuk mrnjebak putra Anda Edo. Seburuk itukah saya di mata Anda? Sehingga Anda dengan tega menuduh saya seperti itu. Saya lebih baik bercerai dengan Mas Edo, dari pada di tuduh penggrebekan itu jebakan saya. Saya ya saya bukan Difa, jadi tolong Anda jangan mrnyamakan kami berdua karena kami jelas berbeda. Saya tau Mas Edo memang sangat kaya raya, tapi saya nggak akan melakukan semua itu demi uang atau kekuasaan.Orang tua saya memang tidak sekaya keluarga Anda, jadi dengan kekayaan mereka saja saya sudah lebih dari cukup. Jadi saya tak perlu mengemis uang kepada Anda," ujar Lita tegas. Keluarga kaget bukan main dengan perkataan Lita dengan tegas ingin cerai, segampang itukah cerai di matanya. Dan perkataan Lita yang berhasil membungkam Eline, mereka kagum dengan keberanian Lita untuk menjawab Eline. Menurut mereka ucapan Eline memang sangat menyakitkan bagi Lita, tapi gimana lagi Eline kan emang gitu asal ceplos. Exel yang melihat suasana yang sudah tidak enak, berusaha memperbaiki semua. Lita juga sudah lelah dengan semua ini, makanya kata cerai terucap dari bibirnya. Dia sudah tidak tahan dengan semuai ini, ingin segera mengakhiri pernikahan paksa ini. "Maaf, jika perkataan istri saya menyakiti hati Nak Lita. Saya mohon jangan seenaknya bilang ingin bercerai, pernikahan bukanlah permainan yang bisa asal nikah terus cerai. Nak Lita sudah menikah dengan Edo putra saya secara sah, jadi mau tidak mau kami Nak Lita sudah menjadi menantu kami," jelas Exel tidak mau semakin memperburuk suasana. Exel mengerti apa yang di lalukan Edo, tapi dia juga tidak bisa membenarkan tindakan Edo yang menikah dengan wanita lain. Sementara beberapa hari lagi akan menikah dengan Diska, walau pernikahan Edo dan Lita hanya terpaksa. "Iya Om, nggak papa. Saya sadar kedatangan saya hanya mengganggu ketenangan keluarga Om, jadi saya pamit pulang dulu." Lita langsung bangkit dari tempat duduknya, dia ingin segera pulang ke rumah orang tuanya. Dia sudah tidak tahan, menerima penghinaan di sini. "Mau ke mana kamu Lita, kamu istriku jadi ini sudah menjadi rumahmu juga jadi kamu harus tinggal di sini juga. Keluargaku menjadi keluargamu juga," cegah Edo. Edo merasa di sini Edo yang salah, Lita tidak bersalah jadi Lita tidak pantas mendengar ucapan menyakitkan dari Mommynya. "Kamu bilang aku istri kamu? Jika kamu suamiku, harusnya kamu membelaku saat aku di tuduh macam-macam oleh Mommymu. Sampai kapanpun pria memang akan menjadi milik ibunya, tapi di sini ibumu malah menghina dan menuduh wanita yang kamu bilang istri kamu di depan seluruh keluarga kamu. Harusnya kamu tidak diam, kamu sudah tau aku tidak pernah menjebakmu. Jelaskan kepada semuanya aku tidak menjebakmu, bahkan aku menolak waktu kamu setuju kita menikah." Perkataan Lita membungkam Edo, ya Edo salah karena dia diam saja tak berani berkutik membela Lita. "Maaf." "Maaf terus, perasaan kamu sudah berapa kali mgucap kata maaf. Dan ya saya harus segera pulang." Saat Lita melangkah keluar. "Lita benar, dia tidak pernah menjebak Edo. Semua murni kecelakaan, nggak ada jebakan. Kalau jebakan, Edo mana mungkin terjebak. Kalian tau kan Edo tidak gampang terjebak." Mendengar pembelaan Edo, Lita memutuskan untuk masuk lagi. Ya walau hatinya masih sakit, karena tuduhan itu. Dia ingin membuktikan, dia tidak seperti Difa kepada semua orang terutama Eline ibu mertuanya. Eline langsung masuk kamar, saat mendengar Edo membela Lita bukan dirinya. "Ajak istri kamu ke kamar kamu Do, urusan Mommy kamu biar Daddy yang urus," titah Exel sebelum menyusul Elind ke kamar. Semua keluarga kembali ke kamar masing-masing, keluarga besar Edo semua sudah datang karena ingin menghadiri pernikahan Edo dan Diska. Tinggalah Edo, Lita, Almeera dan Arkaan  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD