Asoka bangkit dari duduknya. Dia menatap Aldo dengan lekat. Yang ditatap hanya tersenyum tanpa bersuara. Aldo melangkahkan kakinya perlahan mendekati kekasihnya itu. Pelan namun pasti kini jarak mereka hanya tinggal lima sentimeter. "Kok bengong?" tanya Aldo pelan. Bibirnya masih menyunggingkan senyum. Plak Asoka menampar pipi Aldo lumayan keras. Dia tidak percaya jika ini nyata, dia masih merasa jika orang yang ada di depannya ini hanya halusinasinya. "Kok ditampar sih?" protes Aldo bingung. Walaupun tidak sakit tetap saja membuat Aldo bingung. Asoka tersenyum lebar. Lelaki di depannya ini bukan sekedar halusinasi namun memang benar nyata. Lelaki yang selama seminggu ini membuatnya jengkel, kesal, rindu, emosi jadi satu. Lelaki yang sudah seminggu ini tidak dia lihat. "Mari kita

