Bab 17

1104 Words

Dia datang tanpa menyapa. Dia hadir tak kenal waktu. Dia bersemayam tak kenal tempat. Dialah cinta. Hadirnya tanpa undangan, perginya tanpa paksaan. Bersamanya kadang memberi bahagia, tak jarang pula meninggalkan luka. Asoka membuka gorden kamarnya. Hari ini penyelenggaraan lomba cipta tari yang dia ikuti. Hatinya tak sebahagia dulu. Dulu dia sangat bersemangat mengikuti lomba cipta tari, sekarang dia merasa hampa, karena tidak ada Aldo yang mendukungnya. Sudah seminggu ini Aldo tidak menemuinya, jangankan menemui menghubunginya saja tidak. Clek Pintu kamar Asoka terbuka. Menampilkan perempuan paruh baya yang datang dengan segelas s**u putih. Dia tersenyum melihat anak gadisnya bangun tanpa dia bangunkan. Langkah kakinya mendekati anaknya itu, hingga dia berada tepat di samping anakny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD