Aluna terbangun sore harinya, setelah tidur pulas karena efek obat tadi siang. Ia pun berjalan menggunakan tongkat, yang dibelikan Baskara tempo hari. "Ibu sudah bangun? Kenapa nggak panggil?" ucap Santi, khawatir. "Gak apa-apa, San. Aku mau coba mandiri, boleh, kan?" ucap Aluna. "Tapi Bapak suka marah, Bu. Kalau Ibu luka dikit aja, saya kena marah habis-habisan," ungkap Santi. "Oh, ya? Kok gitu?" tanya Aluna. "Bapak sayang sekali sama Ibu," jawab Santi. "Iya sih, tapi kadang dia ketus, bikin aku sakit hati," curhat Aluna. Saat itu, Baskara baru masuk. Ia mendengar semuanya. Santi menunduk, dan Baskara memberi tanda agar Santi tak memberitahu kehadirannya di sana. "Aku kok merasa kalau Mas Baskara bukan suamiku," ucap Aluna. "Loh, kok begitu? Bapak suami Ibu. Itu cincinnya, Ibu pa

