Bab 38 : Rapuh Berdua

641 Words

Malam itu hujan deras mengguyur Jakarta. Scott dan Luna duduk di rooftop rumah Scott di daerah Kemang, lantai paling atas yang sepi. Hanya lampu neon biru dari papan reklame sebelah yang menyelinap lewat celah-celah air. Mereka berdua basah kuyup, jaket denim Scott menempel di badan, rambut Luna menetes-netes ke bahu. Scott menyalakan rokok, menghisap dalam-dalam, lalu buang napas pelan. “Lun,” suaranya serak karena hujan dan rasa bersalah yang sudah terlalu lama dipendam, “aku harus jujur sama kamu.” Luna menatapnya, mata merah karena menangis dari sore. “Awal kita pacaran… itu karena Bunda Hao minta tolong,” lanjut Scott pelan. “Dia udah tahu semua. Video yang kamu pake buat jebak Yosua. Dia nangis-nangis minta tolong. Aku yang kasian, memutuskan untuk nerima.” Luna diam. Hujan sem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD