Bab 32

1186 Words

Tubuh Aren gemetar. Bukan karena takut. Tapi karena seluruh rasa dalam dirinya berkumpul menjadi satu. Ketakutan, kebingungan, rindu, marah, dan kehilangan bercampur menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Ia berdiri di tengah lingkaran cahaya, menatap sosok yang berjalan mendekat dari segala arah sekaligus. Langkahnya tidak bersuara, tapi setiap gerakannya membuat dunia di sekitar berdenyut. Sosok itu adalah dirinya. Namun bukan dirinya yang sekarang. Bukan pula versi masa lalu atau masa depan. Itu adalah dirinya yang telah kehilangan segalanya. Rambut sosok itu lebih panjang, sorot matanya lebih gelap, dan ekspresinya datar seperti tidak lagi percaya pada waktu. Gerak tubuhnya seperti bayangan yang dipaksa menjadi manusia. Terlalu sempurna, terlalu ringan, tapi tanpa kehidupan. So

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD