Fajar datang, namun Aetheria tetap terasa seperti malam yang belum selesai. Langit yang pucat itu tidak menenangkan siapa pun. Hembusan angin membawa aroma samar tanah basah bercampur dengan sesuatu yang asing, seperti wangi logam tipis yang menusuk indera. Di ruang pusat, para penjaga senior kembali berkumpul. Aren dan Elias sudah kembali dari akar Thynara, tetapi wajah keduanya terlihat letih dan kusam. Lingkar pelindung di titik itu telah ditutup kembali dengan bantuan roh penjaga tanah, meski semua tahu itu hanya tambalan sementara. “Jadi,” suara Penjaga Kenangan memecah keheningan, “benda itu menyebut dirinya menanam saudara-saudaranya?” Elias mengangguk perlahan. “Bukan sekadar ancaman kosong. Aku yakin itu bukan entitas tunggal. Mereka seperti pecahan yang bekerja bersama namun

