Pelukan Hangat Fasha

1612 Words

"HAH?!" Telinga Ferril sampai terasa pekik. Banyak orang di sekitar mereka yang melihat. Ferril mengelus telinganya dan Fasha masih menatap dengan mengerjab-erjab. Seolah-olah tak percaya dengan apa yang didengarnya. "Kok gue gak tahu?" tanyanya ketika tersadar. "Ya mana gue tahu, Kak! Bang Ardan cuma bilang begitu. Terus katanya mau jemput Kak Dina!" tuturnya. Fasha menyipitkan mata. "Sumpah!" Ferril sampai mengangkat jemarinya. Ia tidak berbohong. Lagi pula, sesablengnya Ferril, ia mana mungkin bercanda tentang hal seserius ini. "Ini makanya gue mau nebeng elo, Kak. Soalnya ta--kampreet," ucapnya lantas memaki. Beberapa karyawan di perusahaan ini terkikik-kikik diam-diam melihatnya ditinggal begitu saja oleh Fasha. Fasha sudah berlari sejak pintu lift terbuka. Ia bahkan lupa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD